PAPUA, BERNAS.ID – Kodam Cenderawasih ikut mempopulerkan Salam Pancasila setelah kunjungan Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) RI, Prof Yudian Wahyudi. Selain itu, tujuan kedatangan untuk mengajak Kodam Cenderawasih berkolaborasi dalam program-program PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila).
Prof Yudian mengatakan, saat ini perlu kerjasama lintas Kementerian/Lembaga untuk penguatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ke seluruh warga dan wilayah Indonesia. Ia menyebutkan program pembinaan tersebut bisa dilakukan secara terstruktur seperti kurikulum pendidikan dan pelatihan, maupun melalui pembudayaan sehari-hari.
Baca Juga Kodam Kasuari Siap Sosialisasikan Salam Pancasila
Dalam kesempatan ini, Prof Yudian secara khusus memperkenalkan Salam Pancasila sebagai salah satu metode pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Ia menuturkan Salam Pancasila diperkenalkan oleh Presiden Soekarno sebagai salam nasional dan pemersatu diantara berbagai kelompok bangsa yang beragam.
“Tata cara salam Pancasila seperti ini, pertama tangan kanan naik setinggi telinga. Kemudian diikuti jari lima bersatu yang maknanya bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Lalu diikuti dengan suara Salam Pancasila,” terang Yudian menjelaskan teknik mengucapkannya, Rabu (26/1/2022).
Lebih lanjut, Yudian menambahkan bahwa Salam Pancasila bukan untuk mengganti salam keagamaan, tetap bermaksud untuk mempersatukan masyarakat. Sehingga diperlukan dorongan oleh semua komponen bangsa termasuk para anggota TNI Kodam Cendrawasih.
Baca Juga Pancasila Perlu Terus Diaktualkan Kepada Generasi Muda
Selain mengenalkan Salam Pancasila, Prof Yudian juga mengajak Pangdam Cendrawasih beserta jajarannya untuk berkolaborasi dalam program-program PIP, khususnya program-program yang menyasar masyarakat Papua secara keseluruhan yang juga menjadikan program PIP menjadi program unggulan antara BPIP RI dengan TNI AD.
Sementara itu, Pangdam Cendrawasih menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Kepala BPIP RI beserta jajarannya yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta guna mengajak Kodam Cendrawasih berkolaborasi bersama dalam membumikan Pancasila. “Saya sangat setuju bahwa Pancasila ini harus dibumikan melalui berbagai cara yang memiliki daya tarik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa peran aktif pemerintah dan adat sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga pemerintah melalui BPIP RI dan Kodam Cendrawasih diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat adat Papua.
Pangdam Cendrawasih juga mendorong pelaksanaan PIP untuk menggunakan cara-cara baru melalui platform digital. Hal tersebut diafirmasi oleh Romo Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP yang merasakan bahwa digitalisasi telah berdampak besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Romo Benny, salah satu produksi informasi yang seringkali ditentukan oleh kepentingan. “Hadirnya digitalisasi membuat kepentingan selalu muncul di media sosial. Melalui kepentingan itulah informasi kemudian diputarbalikkan, sehingga fakta dan opini sulit untuk dibedakan,” tukasnya. (jat)