SLEMAN, BERNAS.ID – Apel Siaga Relawan Pegiat Kebencanaan Se-Kapanewon Cangkringan mengawali workshop sosialisasi Game Evakuasi SIGAP Merapi Adventure (Simulasi Tanggap Bencana), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (11/3/2022). Apel diikuti kurang lebih 125 orang Relawan Pegiat Kebencanaan dari berbagai unsur.
Ir. Hilya Mudrika Arini, S.T., M.Sc., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN Eng dari Departemen Teknik Mesin dan Industri mengatakan workshop sosialisasi Game Evakuasi SIGAP Merapi Adventure (Simulasi Tanggap Bencana) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kapanewon Cangkringan.
Hilya mengatakan, sosialisasi tanggap bencana ini menjadi bagian dari kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat Fakultas Teknik UGM yang bekerja sama dengan Heriot-Watt University, Inggris. “Hasil dari workshop ini akan menjadi masukan bagi pengembangan dan penyempurnaan hasil penelitian yang selanjutnya,” tuturnya.
“Game Merapi SIGAP Adventure ini dapat diakses oleh publik secara gratis di google store atau play store pada Smartphone Android,” imbuhnya.
Baca Juga Pemkab Sleman Tutup Aktivitas Tambang dan Objek Wisata di Kawasan Merapi
Sedangkan, Dr. Tri Mulyani Sunarharum, S.T dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM mengatakan, Game Evakuasi SIGAP Merapi Adventure yang baru dikembangkan ini harapannya dapat berkontribusi bagi upaya peningkatan ketangguhan masyarakat dan bagi pengurangan risiko bencana erupsi Merapi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, simulasi bencana merupakan tindaklanjut dari peningkatan aktivitas gunung Merapi pada hari Kamis (10/3/2022) dini hari kemarin. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan dalam rangkan menekan resiko bencana erupsi Merapi.
Baca Juga Pemkab Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat untuk Bencana Lahar Hujan Merapi
Ia menyebutkan tidak hanya meninjau kesiapan para relawan saja, tapi juga memastikan sarana prasarana pengungsian dan tempat evakuasi bisa berfungsi dengan baik. “Relawan, Panewu, Kapolsek, semuanya, saya kira sudah siap semua. Kita menyiapkan barak-barak yang kemarin belum maksimal kita mulai bersihkan kembali,” ujarnya.
Bupati Sleman juga mengapresiasi kesiapsiagaan para relawan di Kapanewon Cangkringan. Ia berharap bisa memotivasi masyarakat lain di Kabupaten Sleman dalam menjaga stabilitas, keamanan dan ketertiban wilayahnya masing-masing di Kabupaten Sleman. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu mengikuti dinamika informasi tentang kondisi Merapi, agar masyaakata tidak panik, tapi juga tidak abai. (jat)
