JAKARTA, BERNAS.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan dialog pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang dilakukan di Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 8 Oktober 2022. Keduanya ternyata turut membahas perihal Pemilu 2024.
“Di dalam pertemuan itu, tentu saja juga dibahas tentang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024,” ujar Hasto, Minggu (9/10/2022).
Baca juga: Megawati Tak Puas Dengan Jokowi Terkait Stunting
Hasto menjelaskan, bagi PDI-P, Pemilu 2024 merupakan momentum untuk memajukan Indonesia.
Dia menyebut PDI-P tidak ingin kontestasi pemilu justru memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
“Jangan pemilu menjadi benih-benih yang memecah belah persatuan bangsa. Dan dalam konteks kepemimpinan antara Bung Karno, Bu Mega, dan Pak Jokowi dan kepemimpinan yang lahir pada tahun 2024 merupakan satu kepemimpinan yang senapas,” katanya.
Hasto mengatakan, kepemimpinan seperti itu diperlukan agar Indonesia betul-betul menjadi negara besar.
Sehingga, Indonesia mampu menjadi pemimpin bagi negara-negara di dunia.
“Itulah yang menjadi komitmen dalam dialog yang sangat mendalam yang berlangsung hampir 2 jam lebih sedikit,” jelas Hasto.
Hasto menggambarkan, dialog itu dilakukan dalam pertemuan antara Jokowi dan Megawati di Istana Batutulis yang memiliki pemandangan Gunung Salak.
Menurut dia, tempat itu merupakan tempat Soekarno banyak melakukan kontemplasi tentang arah masa depan Indonesia.
“Khususnya bagaimana bangsa Indonesia bersiap-siap menghadapi tekanan global, krisis ekonomi yang akan menekan kita akibat perang Rusia-Ukraina yang menciptakan krisis pangan, krisis energi,” jelas dia.
Baca juga: Jokowi Lantik Megawati Dan Dewan Pengarah BRIN
“Sementara di Indonesia dan negara-negara lain belum sempat punya di dalam mengatasi pandemi COVID yang dampaknya juga kepada perekonomian rakyat itu,” tambah Hasto.
Selaku tuan rumah, Mega menyiapkan beraneka suguhan untuk Jokowi. Mulai dari jagung rebus, kacang Bogor, pisang rebus, talas hingga nasi uduk untuk menjamu kader PDI-P itu.
“Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri penuh dengan semangat kerakyatan,” ujar Hasto.
Hasto menjelaskan, Megawati sendiri sejak Maret 2020 telah menginstruksikan untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang dan sebagainya.
“Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan,” jelasnya. (den)
