SLEMAN, BERNAS.ID – Dunia pendidikan Kabupaten Sleman mendapat tamparan keras dengan kejadian puluhan siswa SMPN 3 Berbah kepergok pesta minuman keras (miras) di lingkungan sekolah. Pesta miras dilakukan saat para guru sedang menyelesaikan Penilaian Akhir Semester (PAS).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku terkejut dan menyayangkan tingkah laku puluhan pelajar tersebut. Konyolnya, pesta miras dilakukan di lingkungan sekolah yang semestinya ada pengawasan yang ketat.
“Ini kabar mengejutkan. Saya sendiri menyayangkan apalagi dilakukan di lingkungan sekolah. Tempat yang seharusnya bebas dari rokok, narkoba, bahkan miras,” tutur Kustini, Jum’at (6/1/2023).
Baca Juga DKP Gunungkidul Lepas 400 Ribu Benih Ikan Ke 20 Telaga
Ia mengatakan kejadian pesta miras tersebut menjadi tamparan keras bagi institusi pendidikan. Menurutnya, pihak sekolah segera melakukan evaluasi dan tindak lanjut atas kejadian tersebut. “Saya harap ada evaluasi besar. Tidak hanya untuk SMPN 3 Berbah saja, tetapi semua sekolah tolong lebih ditingkatkan lagi sistem pengawasan,” terang Kustini.
Baca Juga Bappebti Imbau Masyarakat Waspadai Perdagangan Aset Kripto
Terkait hukuman yang diberikan kepada siswa, Pemkab Sleman menyerahkan kepada pihak sekolah yang memiliki otoritas atas perbuatan siswa yang terjadi di sekolah. Namun, Kustini menghimbau agar bentuk hukuman yang diberikan tidak menyebabkan siswa-siswa tersebut putus sekolah.
“Hukumannya yang mendidik saja. Jangan sampai dikeluarkan dan beresiko putus sekolah,” tegas Kustini.
Ia pun akan meminta Satpol PP untuk rutin melaksanakan patroli terhadap pelajar. “Saya akan minta Satpol PP untuk patrolinya ditingkatkan. Jika masih ada yang seperti itu (pesta miras) tangkap saja dan kita beri pembinaan. Serta kita panggil orang tuanya agar ada efek jera,” pungkasnya. (jat)
