YOGYAKARTA, BERNAS.ID– Kanwil Kemenkumham DIY terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kemasyarakatan secara digital untuk memudahkan masyarakat. Salah satunya, memfasilitasi masyarakat untuk melakukan kunjungan kepada (WBP) melalui aplikasi.
Untuk itu, Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59 tahun menjadi ajang refleksi bagi seluruh Jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Keimigrasian di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Agung Rektono Seto mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan permasyarakatan secara digital. Menurutnya, kemajuan digitalisasi membawa dampak positif untuk urusan pelayanan termasuk memfasilitasi masyarakat untuk melakukan kunjungan kepada (WBP) melalui aplikasi.
“Tentunya kami meningkatkan meningkatkan layanan bagi keluarga warga binaan. Di kanwil disini ada aplikasi monitoring untuk asimilasi dan intergrasi SIMONAS,” kata Agung.
Baca Juga Polda DIY Beri Pengamanan Objek-Objek Wisata
Ia mengatakan aplikasi SIMONAS dirancang dalam rangka memberikan kemudahan bagi setiap pihak yang melaksanakan pengawasan, evaluasi, dan pengendalian dalam rangka reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Selain itu, ia menyebut ada juga Aplikasi Assessment Center Narapidana atau Ascena yang mempermudah narapidana dalam tahapan pembinaan sampai bebas bersyarat. Agung menuturkan aplikasi tersebut telah dipakai dan dihadirkan untuk memberikan kepastian hukum dalam pemberian hak-hak warga binaan atau narapidana.
“Semua bisa mengakses tidak hanya kami saja tapi semuanya bisa mengakses tentang kondisi dan keadaan perkembangan pembinaan di lapas rutan. Kami upayakan semua teknologi, jaman sudah maju karena itu mempercepat Informasi dan tidak ada biaya yang harus dipungut untuk layanan itu,” jelas Agung.
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kanwil DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani mengatakan aplikasi yang ada sebagai wadah bagi petugas pemasyarakatan dalam melakukan asesmen risiko dan asesmen kebutuhan terhadap narapidana, termasuk dalam melaksanakan penilaian pembinaan narapidana dengan standar Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).”Kebetulan saat ini kita sedang masuk ke era 4.0, jadi setiap tugas kita kalau bisa kita ciptakan 1 inovasi agar lebih hemat lebih cepat dan lebih efisien,” katanya.
“Termasuk aplikasi KARTINI, kartu elektronik deteksi dini, itu menunjukkan setiap warga binaan yang keluar dari kamarnya, itu harus menempelkan kartunya agar termonitor,” tukasnya.
Baca Juga Perkuat Peran Guru Dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran
Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, mengatakan Hari Bakti Pemasyarakatan menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi serta memperkokoh komitmen dalam mencapai tujuan Pemasyarakatan.
“Pada hari ini kita menjadi saksi bersama, bahwa apa yang dahulu dicita-citakan oleh para founding fathers sampai saat ini istiqomah kita kawal untuk mencapai tujuan luhur Beringin Pengayoman,” kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly dalam sambutannya melalui virtual zoom saat menjadi inspektur upacara, Selasa (2/5).
Yasonna mengajak jajarannya yang tersebar di seluruh Indonesia itu untuk segera kembali fokus bekerja. Untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, masing-masing stakeholder harus memperkuat sinergi dan kolaborasi serta meningkatkan kedisiplinan.
“Saya mengajak seluruh Pegawai Kemenkumham untuk mulai fokus bekerja, tetap semangat dan mari kita bangun komitmen bersama untuk memberikan pengabdian yang terbaik di Kemenkumham RI sehingga menjadi institusi yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pungkasnya. (Jat)
