SLEMAN, BERNAS.ID- Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DIY melantik dan mengukuhkan pengurus DPD PPJI DIY periode 2023-2028 setelah menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Tema yang diangkat dalam Musda, “Persatuan Persepsi Kuatkan Sinergi Dalam Upaya Membentuk Pondasi Organisasi Yang Kokoh dan Bermartabat”.
Baca Juga 7000 Lurah Dan Pamong Se-DIY Siap Deklarasi Pesta Demokrasi Damai
Hj. Sri Wahyuni Dewi, S.E., M.M., dalam musyawarah daerah PPJI DIY 2023 terpilih kembali sebagai Ketua Kepengurusan PPJI DIY. Sesuai dengan tema musda yang diangkat, ia berkomitmen menggelorakan semangat kebersamaan dan persatuan untuk membangun organisasi PPJI DIY yang kokoh, kuat, sehat, dan bermartabat, serta menjaga marwah dalam menjawab tantangan ke depan.
“Ini tugas berat. Ini amanah dari anggota yang diberikan lagi kepada kami periode kedua. Dengan kebersamaan kita bisa menghadapi, tantangan-tantangan yang ada di tahun-tahun yang akan datang,” kata Sri seusai pelantikan.
Sri pun menyoroti fluktuasi harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini yang berdampak pada usaha jasa boga seperti katering. Menurutnya, PPJI DIY pun telah menyiapkan antisipasi agar fluktuasi tidak berdampak signifikan terhadap usahanya.
Lanjut tambahnya, kenaikan komoditas harga pangan pokok memang diakui sangat memengaruhi usaha di bidang jasaboga. Namun, ia menegaskan para anggota PPJI DIY sudah memiliki strategi sehingga tidak menaikkan harga yang ditawarkan kepada konsumen.
“Sebenarnya kenaikan harga sembako sangat mengganggu harga pokok kita, tapi kalau katering kan tidak bisa semata-mata harus naik,” kata Sri, Selasa (14/11).
Menurut Sri, para anggota yang tergabung dalam PPJI DIY memiliki strategi dengan menerapkan sistem saling isi mengisi. Misal, ketika beberapa harga komoditas pokok naik, tetapi ada bahan pokok lain yang turun harganya sehingga bisa saling menutupi. Alhasil, harga kepada konsumen akan masih sama.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
“Misal harga cabai tinggi, sedangkan harga bawang merah rendah, ada selisih harga yang kita tabung, biasanya seperti itu. Jadi ketika harga tinggi akan balance, tetap akan membantu penjualan kita,” ucap Sri.
Meski kondisi Jasaboga belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19, ia menegaskan para anggota PPJI akan terus mempersiapkan kondisi dapat kembali pulih. “Justru mengharap sekali ini segera normal, jadi kesiapan sudah mantap,” ucap Sri.
Ia pun berharap menyambut Tahun Baru 2024, akan semakin menarik orang berwisata maupun berbelanja kuliner, serta banyak hajatan pesta pernikahan sehingga memulihkan keadaan pasca Pandemi Covid-19. DPD PPJI juga selalu meminta seluruh anggotanya memunculkan inovasi untuk menghadapi tantangan ke depan agar tidak ketinggalan trend pada tahun yang akan datang. (Jat)
