JEMBER, BERNAS.ID – Saat memberikan sambutan Bupati Jember Hendy Siswanto menjanjikan insentif guru ngaji akan cair setiap tahun.
Hal itu dikatakan oleh Hendy Siswanto saat acara penyerahan insentif dan perlindungan jamsostek kepada guru ngaji muslim, non muslim dam mudin serta penyerahan dana hibah masjid, PP, mushola, TPQ, dan organisasi keagamaan di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, (28/11/2023).
Diawal sambutannya, bupati minta maaf atas keterlambatan pencairan sebab ada perubahan secara teknis. Hal itu semata-mata demi keamanan secara hukum.
“Kami sampaikan permohonan maaf dimana baru hari ini bisa dilaksanakan untuk penyerahan insentif guru ngaji muslim maupun non-militer muslim, hibah yayasan, pondok pesantren, organisasi agama lain karena baru hari ini bisa dilaksanakan,” ucap Hendy Siswanto.
Baca Juga : Sleman Luncurkan Bansos Bedah Warung Kelontong
Keterlambatan disebabkan karena program itu tidak bisa dimasukkan ke bansos jika tiap tahun cair. Oleh karenanya pihak Pemkab Jember, lewat Bagian Kesra, meminta arahan BPKP Provinsi Jawa Timur. Oleh Provinsi diarahkan untuk dialihkan ke pos alihkan ke rekening penyuluhan dan pendampingan supaya bisa cair tiap tahun.
Penyebab lain keterlambatan, sebelumnya pihak BPK meminta agar penerima, dalam hal ini guru ngaji, melengkapi tambahan persyaratan, yakni, e-ktp aktif dan dalam kondisi baik, bukan anggota tni polri asn atau pensiunan, bukan penerima bantuan dari APBD atau APBN, dan terakhir menunjukkan foto diri saat mengajar.
Semua kelengkapan diisikan ke google form yang disediakan oleh Bagian Kesra. Banyak guru ngaji yang tidak segera melengkapi persyaratan dimaksud.
Dengan demikian insentif guru ngaji, kata Hendy Siswanto, bisa cair setiap tahun. Tentang besarannya tergantung dari APBD-nya. Untuk tahun ini tiap guru ngaji mendapat Rp1.500.000. Jumlahnya mencapai 21.200 orang.
Akan tetapi hingga berita ini ditayangkan baru 14.723 yang berkasnya lengkap, dan 12.591 rekening dari mereka yang aktif dan siap ditransfer oleh bagian keuangan Pemkab Jember.
Sejak Hendy Siswanto menjadi Bupati Tahun 2021, ia ingin guru ngaji mendapat insentif dari Pemkab Jember rutin tiap tahun. Tidak seperti sebelumnya, kadang dapat kadang tidak. Hal tersebut karena masuk pada pos bansos, yang memang tidak membolehkan dicairkan tiap tahun. (sgt)
