GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau Bendungan atau Dam Bribin II yang terletak di Desa Ngalangombo, Dadapayu, Kapanewon Semanu. Pengecekan Dam dilakukan untuk melihat kerusakan yang terletak 104 meter di bawah permukaan tanah karena dampak dari badai Cempaka beberapa waktu lalu.
Baca Juga 7000 Lurah Dan Pamong Se-DIY Siap Deklarasi Pesta Demokrasi Damai
“Sedang dicek, saya lihat tadi kerusakannya luar biasa, sambungan pipanya patah dan air menghantam ruang mesin, debitnya cukup besar 500 liter per detik,” tutur Bupati saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan untuk anggaran perbaikan Pemkab Gunungkidul akan meminta ke Pemerintah Pusat. “Cukup besar debitnya karena bisa memenuhi kebutuhan air di tiga Kapanewon, yakni Semanu, Rongkop, dan Girisubo,” jelasnya.
Wardani selaku Satker Op SDA Serayu Opak mengatakan anggaran perbaikan Dam mencapai 45 miliyar. “Anggaran sebesar itu untuk biaya perbaikan, yang masih bagus kita amankan dan yang rusak kita perbaiki karena kalau untuk mengganti biayanya tinggi sekali,” katanya.
Ia juga menambahkan untuk saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari PUPR pusat untuk biaya perbaikan Dam bawah tanah Bribin. “Yang rusak itu modul penggerak untuk pemompa air ke atas. Ada beberapa yang rusak,” katanya.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
Soal waktu proses perbaikan, Wardani mengatakan belum bisa memastikan karena kerusakan yang cukup parah. Dam Bribin menjadi bendungan bawah tanah satu-satunya di dunia. Saat mengecek kerusakan Dam, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Irawan Jatmiko. (jat)
