SLEMAN, BERNAS.ID- Bakmi jawa kini tidak hanya bisa dinikmati di tempat yang sederhana di pinggir-pinggir jalan, tapi bisa disajikan dengan istimewa seperti di Resto Selera Sang Raja, kawasan Jalan Damai, Ngaglik, Sleman. Pemilik resto pun menggandeng chef-chef dari hotel ternama sehingga kualitas rasa tak perlu diragukan.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Eko Prayitno, pemilik resto mengatakan Selera Sang Raja menyajikan masakan tradisional dengan pelayanan profesional. Ia menyebut berani bertarung rasa karena dimasak kelas hotel bintang lima, tapi harga kaki lima. “Pelanggan itu adalah raja yang harus senantiasa dilayani dengan baik. Nah tempat ini asyik dan nyaman itu menjadi kuncinya,” tuturnya.
“Yang menyiapkan masakan di sini orang-orang pilihan. Salah satu di antara mereka pernah menjadi chef atau juru masak di resto hotel bintang lima,” imbuhnya.
Alasan Eko membuka bisnis kuliner di Yogyakarta karena masih sangat prospektif apalagi Jogja sebagai destinasi wisata. Ia pun ingin ikut memeriahkannya dari sektor kulinernya. “Banyak pemain baru yang terjun di bisnis kuliner ini. Meski kompetitif, bisnis kuliner di Jogja tetap bergairah,” katanya.
Untuk minuman pendamping, resto juga menyajikan menu yang mengusung konsep tradisional seperti bajigur, wedang uwuh, wedang jahe, sekoteng dan aneka wedangan tradisional lainnya dengan harga ramah di kantong.
Untuk menyiasati persaingan bisnis yang ketat, pria kelahiran Bangka mengaku terus meningkatkan inovasi dan kreatifitas menu seperti kambing guling bumbu Bali agar bisnis kulinernya tetap berjalan dengan baik, serta terus membuat pelanggan merasa nyaman dan betah selama di restonya. “Kami akan terus berbenah untuk menjadi tempat yang mengutamakan pelayanan dan rasa. Karena pengunjung harus dilayani bak raja, maka makanan yang disajikan harus selalu enak dan menggugah selera,” katanya.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
“Saya punya cita-cita agar menu bakmi Jawa bisa go internasional. Saat ini saya sudah buka di Surabaya. Mataram dan Bali akan jadi target selanjutnya,” ujar Eko.
Ia pun menarget segmen dari kalangan muda hingga keluarga dengan membuka resto setiap hari dengan harga ekonomis di bawah 30 ribu. Bagi yang mau sarapan pagi juga tersedia menu soto, lontong opor, dan bubur ayam. Sementara bakso, mie ayam, dan tahu gimbal tersedia untuk makan di siang hari. Menu istimewa malam hari seperti bakmi goreng dengan berbagai toping, dan bakmi godok dengan kuah kaldu yang terasa kesegarannya. Tersedia juga nasi goreng khas Selera Sang Raja. (Jat)
