Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Masyarakat Diajak Bergerak untuk Iklim melalui Penanaman Mangrove

    June 12, 2026

    Berbulan-bulan Buron, Pelaku Penganiayaan terhadap Penyandang Disabilitas Belum Ditangkap

    June 12, 2026

    Maria Magdalena Lulus Doktor Ilmu Hukum Cumlaude Lewat Disertasi Model Hak Penggandaan Musik di Era Digital

    June 12, 2026

    10 Tahun Tumbuh Bersama: Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta Gelar Jalan Sehat Bersama Warga

    June 12, 2026

    Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat, ini Cerita Warga Condet Bersama PAM Jaya

    June 12, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Budaya»Pameran Tunggal “Ngunda Rasa” Dewa Made Mustika, Dapat Inspirasi Dari Anaknya
    Budaya

    Pameran Tunggal “Ngunda Rasa” Dewa Made Mustika, Dapat Inspirasi Dari Anaknya

    Deny HermawanBy Deny HermawanJune 9, 2024Updated:September 26, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Pembukaan pameran tunggal “Ngunda Rasa” dari Dewa Made Mustika digelar di Sangkring Art Space (foto: Deny Hermawan/Bernas.id)
    Pembukaan pameran tunggal “Ngunda Rasa” dari Dewa Made Mustika digelar di Sangkring Art Space (foto: Deny Hermawan/Bernas.id)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    BANTUL, BERNAS.ID – Pameran Tunggal “Ngunda Rasa” dari perupa asal Bali Dewa Made Mustika digelar di Sangkring Art Space Yogyakarta. Dalam pembukaan pameranpameran tersebut, Sabtu, 8 Juni 2024, disajikan pertunjukan kolaborasi Dewa Mustika, Dewa Galah anaknya, dan seniman dari komunitas gamelan Bali yang tinggal di Jogja.

    Pameran Ngunda Rasa bermula dari dorongan rasa yang kuat di antara Dewa Made Mustika, selaku seorang ayah, dan Dewa Galah (11 tahun), putranya yang sangat berbakat seni, terutama seni pertunjukan. Dorongan ini kemudian dielaborasi dalam kolaborasi di antara keduanya.

    “Ngunda rasa maknanya mengelola rasa, memang sesuatu yang sepertinya sangat mudah diucapkan, tetapi tidak demikian dengan penerapannya, proses yang tanpa ujung, tanpa akhir, berkesinambungan, entah sampai kapan kita harus bisa menikmati itu,” kata Dewa Mustika dalam pembukaan acara.

    Kris Budiman selalu penulis pameran menyampaikan ketika menyaksikan Galah menari atau bermain karawitan, Dewa Mustika seperti mendapatkan energi untuk melukis.

    Ketika Dewa Mustika melukis, Galah merespons dan menemaninya dengan megamel (memainkan alat musik tradisional Bali). Sebagai partner kreatif, keduanya saling berinteraksi dan memberi inspirasi, sehingga muncul gagasan untuk merealisasikan ke dalam sebuah pameran yang mewakili konsep “gerak, nada, dan rupa”.

    “Pameran ini, di satu sisi, dilatar-belakangi ketertarikan seni yang sama di antara Dewa Mustika dan Galah. Kesamaan frekuensi menjadikan sang ayah dan putranya dapat saling merespons dan menginspirasi. Bisa dikatakan bahwa Galah adalah partner kerja ayahnya dalam berkesenian, baik melukis, menari, maupun bermain karawitan,” kata Kris.

    Di sisi lain, Galah berkeinginan kuat untuk meraih cita-cita sebagai dalang, yakni dengan melanjutkan pendidikan sekolah pedalangan di Bali. Dewa Mustika sangat menyadari bahwa Bali adalah habitat yang paling tepat bagi Galah. Walau dengan berat hati, dia harus merelakan dan mendukung Galah berangkat ke Bali.

    “Untuk menandai momen penting dalam fase awal berkesenian Galah, sekaligus pula untuk membekalinya secara mental, pameran Ngunda Rasa akhirnya direalisasikan. Diharapkan ini menjadi bekal moral, agar Galah dapat berkesenian dalam semangat pengabdian; agar bisa menghidupi seni, bukan semata hidup dari seni,” imbuh Kris.

    Baca juga: Melukiskan Misteri Peradaban Manusia

    Konsep dasar yang terungkap dalam ngunda rasa itu sendiri adalah mengelola rasa. Ngunda rasa, khususnya pada musik tradisional (karawitan) Bali, mengajarkan untuk tidak bersikap egois, demi mencapai keharmonisan bersama.

    Dalam hal ini gamelan mengajarkan kita tentang toleransi dan harmoni. Sebagai lelaku kebudayaan, kesenian merangkul perbedaan, melintasi sekat-sekat dan batas-batas, untuk mencapai harmoni.

    Karya-karya yang dipamerkan berupa sejumlah lukisan, sketsa, dan patung, yang dilengkapi dengan sebuah film dokumenter.

    Persiapan pameran ini telah dilakukan sejak 3 tahun belakangan, dan dalam setahun terakhir semakin intensif dengan lingkup tematik di seputar aktivitas Galah berkesenian ― memainkan gender, kendang, dan suling; menari, mewayang (mendalang), dan ngelawang (pertunjukan Barong berkeliling desa); serta obsesi, mimpi, dan cita-citanya untuk menjadi seorang dalang.

    Pada lapis lebih dalam, satu pesan moral terungkap dalam lukisan pertarungan antara Arjuna dan Karna, yakni perihal pengabdian anak dan kasih-sayang orangtua. Sementara patung “Leader of Harmony” mengungkap pesan etos kepemimpinan.

    Di sini digambarkan sosok pemain kendang sebagai pemimpin yang harus memahami, siap berkorban, dan bertanggung- jawab.

    Dia harus disiplin dan tidak egois karena dirinya yang menentukan harmoni. Terlebih lagi, berkesenian bukanlah pencapaian materi semata, melainkan terutama tentang nilai, yakni seni sebagai pengabdian.

    Singkatnya, melalui karya-karya ini tersirat harapan Dewa Mustika sebagai seorang ayah agar Galah dapat menjadi sosok pribadi yang kukuh, tidak mudah goyah, dan memiliki fondasi yang kuat dalam berkesenian.

    Baca juga: Pameran Karya 55 Perupa Ternama Iringi Rilis Album Baru Dewa Budjana

    Bersamaan dengan pameran sebagai program utama, terdapat pula rangkaian program pendamping. Selama pameran berlangsung (9-15 Juni 2024), akan diadakan pertunjukan musik gamelan oleh Galah dan workshop gamelan yang bisa diikuti oleh audiens, serta workshop tarian Bali oleh Jero Kadek Rai dan Dedek Tanaya. Selain itu, tersedia pula booth (artshop) yang menyediakan beraneka merchandise. (den)

    Dewa Made Mustika Pameran Ngunda Rasa perupa asal bali Sangkring Art Space Yogyakarta Seni Budaya
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

    Related Posts

    Ribuan Orang Antusias Saksikan Kirab Budaya Tresna Pancasila

    June 7, 2026

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Rujak Pare Sambal Kecombrang, Upaya Melawan Lupa Tragedi Mei 1998

    May 23, 2026

    Pameran Seni “Art is All Around” Kembali Digelar Ketiga Kalinya

    May 8, 2026

    Siswi SMA 2 Palu Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Culture International 2026 

    May 6, 2026

    Mengenang RM Jodjana, Tokoh Tari dari Jawa yang Mendunia, Walau Kini Tak Banyak Dikenal

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    NetBox Labs Mengumumkan Platform Kecerdasan Infrastruktur dengan Kemampuan Baru yang Mencakup Seluruh Siklus Proses Jaringan dan Infrastruktur

    June 12, 2026

    Space42 Memperluas Kemampuan Observasi Bumi Setelah Tiga Satelit Foresight Beroperasi Penuh

    June 10, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Masyarakat Diajak Bergerak untuk Iklim melalui Penanaman Mangrove

    June 12, 2026

    10 Tahun Tumbuh Bersama: Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta Gelar Jalan Sehat Bersama Warga

    June 12, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.