SLEMAN, BERNAS.ID-Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) melihat adanya peluang menggarap tranportasi air di Ibukota Nusantara (IKN). Dengan syarat, Pemerintah mau membangun infrastruktur dermaga dan nantinya, alat transportasi ramah lingkungan.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo meyakini pengembangan kawasan IKN ke depan dengan transpotasi air disinyalir akan lebih cepat dan mampu menjadi andalan peningkatan perekonomian. Ia menyampaikan Gapasdap memang diminta Kementerian Perhubungan RI untuk berpartisipasi dalam membuka lintasan angkutan nondarat di IKN dengan syarat, armada harus ramah lingkungan.
“Tentunya harus ada infrastruktur yang disiapkan Pemerintah karena untuk bangun infrastruktur seperti di Eropa itu tidak murah dan mudah,” tuturnya di sela kegiatan rakernas di Yogyakarta, Rabu (11/9).
Menurut Khoiri, nantinya teknologi yang digunakan sangat canggih karena kapal tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil. Kemudian juga harus ada wireless charger di setiap dermaga untuk mendukung pengisian ulang baterai kapal untuk lancar beroperasi. Pilihan armada yang ramah lingkungan berbasis electric power (tenaga listrik) sudah akrab digunakan di beberapa negara Eropa Utara.
“Kapal-kapal penyeberangan di sana tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil. Untuk membangun infrastruktur seperti yang ada di Norwegia, misalnya, tidak murah. Untuk pengadaan kapal-kapal penyeberangan bertenaga listrik, kalangan industri pun harus mendatangkan dari negara-negara yang jauh dan butuh biaya mahal,” terang Khoiri.
Menurut Khoiri, yang paling memungkinkan, transportasi air menggunakan kapal-kapal berbasis energi alam, dari bahan bakar gas karena beberapa kapal bisa dilakukan konversi secara teknis. Kapal yang selama ini pakai bahan bakar solar bisa dikonversi ke bahan bakar gas. “Proses pembukaan lintasan di IKN memang penting dan harus diambil sikap dalam waktu dekat,” katanya.
Lanjut tambahnya, yang tidak kalah penting, Pemerintah bisa membangun konektivitas yang menyeluruh sehingga 17 ribu lebih pulau di Tanah Air benar-benar terhubung. “Butuh penyeberangan dengan kecukupan dermaga, dengan kapasitas dan kualitas memadai. Harapan kami, hal tersebut bisa dilakukan oleh pemerintahan yang baru,” kata Khoiri.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Inspektur Jenderal Risyapudin Nursin tidak memungkiri ketersediaan moda transportasi angkutan sungai, danau dan penyeberangan sangat dibutuhkan untuk menunjang segala aktivitas di kawasan pusat pemerintahan itu. Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong industri penyeberangan untuk ikut ambil bagian dalam proses pembukaan lintasan di IKN.
Namun, upaya itu harus dilakukan dengan armada berbasis bahan bakar terbarukan, selaras visi IKN sebagai kota cerdas dan ramah lingkungan. “Selain berbasis elektronik untuk kendaraan darat, penyeberangan juga harus memberikan kontribusi akses. Maka, kami berharap, dari Gapasdap bisa hadir segera untuk melakukan program-program di tahun 2025,” tukasnya.(Jat)
