SLEMAN, BERNAS.ID – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta kembali melaksanakan salah satu program unggulannya melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kali ini berfokus pada pengembangan budidaya jamur merang dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).
Kegiatan ini dipimpin oleh Aris Kusumo dari Program Studi Manajemen, dengan anggota tim dosen Marosimy Millaty dari Program Studi Agribisnis dan Adelia Octora dari Program Studi Teknik Elektro.
Program ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, diantaranya Moh. Sa’dulloh dan Ibra Oktariantara dari Prodi Manajemen, serta Mauladi Pratama dari Prodi Agribisnis. Kegiatan PKM ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Baca Juga : Ini Dia 5 Inovasi Game Edukatif di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu
PKM ini diadakan di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, Blotan, Wedomartani, yang berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Yogyakarta.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jamur merang yang dikelola oleh para santri di ponpes tersebut, sekaligus memberikan pemahaman mengenai inovasi teknologi dalam dunia agribisnis.
Dalam program ini, teknologi IoT diterapkan melalui media “Smart Kumbung,” sebuah sistem cerdas yang memungkinkan pengaturan suhu dan kelembaban kumbung jamur secara otomatis melalui perangkat pintar.
Fadli, salah seorang santri yang bertanggung jawab atas budidaya jamur merang di ponpes, mengungkapkan bahwa teknologi ini diharapakan dapat membantu dalam mengatasi tantangan yang sering dihadapi, seperti fluktuasi suhu yang dapat mempengaruhi kualitas jamur.
Dengan penggunaan Smart Kumbung, suhu di area budidaya dapat dipantau secara real-time dan disesuaikan jika terjadi perubahan yang tidak diinginkan, sehingga dapat mengurangi risiko gagal panen.
“Kami berharap dengan adanya teknologi ini, produksi jamur merang dapat meningkat secara signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, kami ingin memberikan contoh bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya penerapan teknologi dalam bidang pertanian,” ujar Fadli.
Sebagai bagian dari kegiatan PKM ini, para mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai proses budidaya jamur merang dan penerapan teknologi IoT.
Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan, mulai dari instalasi perangkat hingga monitoring hasil panen.
Baca Juga : Mahasiswa Agribisnis Instiper Belajar kewirausahaan di UMKM Lollorosa
Sementara, Aris Kusumo, Ketua Tim PKM, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan santri dan masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan teori yang mereka pelajari di kelas ke dalam praktik nyata.
“Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Kami ingin menciptakan dampak yang positif dan berkelanjutan, baik bagi santri di Ponpes Anwar Futuhiyyah maupun bagi para mahasiswa yang terlibat,” ungkapnya.
Hingga saat ini, hasil produksi jamur merang dari Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah didistribusikan ke pasar lokal di Sleman dan Yogyakarta.
Dengan peningkatan efisiensi melalui
teknologi Smart Kumbung, diharapkan distribusi produk ini akan semakin meluas ke pasar yang lebih besar.
Melalui PKM ini, UNU Yogyakarta terus berupaya untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pengabdian kepada masyarakat, memperkuat peran pendidikan tinggi dalam memajukan perekonomian lokal dan menciptakan wirausahawan muda yang tangguh. (cdr)
