JAKARTA, BERNAS.ID – Pasangan calon (Paslon) yang bertarung di Pilkada Jakarta 2024, belum menunjukan kapasitas sebagai gubernur dan wakil gubernur (Wagub). Hal tersebut dikatakan pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menanggapi debat perdana yang digelar KPU Jakarta pada Minggu (6/10/2024).
“Saya menilai pada debat perdana Pilkada Jakarta 2024, masing-masing pasangan calon belum menunjukan kapasitas sebagai gubernur dan wakil gubernur yang diharapkan masyarakat,” kata Ujang, Senin (7/10/2024).
Menurutnya, masing-masing pasangan calon belum mengeluarkan program-program konkret yang dapat dengan mudah diterima dan dicerna masyarakat. Padahal, tema debat ‘Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global’ seharusnya bisa menjadi pendobrak agar berkesan dihati masyarakat.
Baca Juga : Pengamat Harap Tiga Paslon Paparkan Target Lima Tahunan Saat Debat Perdana KPU
Dikatakan Ujang, debat perdana Pilkada Jakarta 2024 tidak ada yang menarik dan istimewa. Masing-masing pasangan tampil sebatas ala kadarnya saja.
“Jadi (debat) itu yang hanya bisa diberikan tiga paslon kepada warga Jakarta terkait tema debat pertama,” ujarnya.
Kendati demikian, Ujang mengatakan terlalu dini jika harus menyatakan ketiga pasangan calon belum mampu menarik simpati warga Jakarta. Sebab, lanjut dia, ketiga pasangan calon masih memiliki dua kesempatan lagi untuk meyakinkan hati warga.
Baca Juga : Hadapi Debat Perdana, RK Berdoa Agar Diberi Kelancaran dalam Menyampaikan Program
“Ini belum bisa diukur berhasil atau tidak (meyakinkan pemilih), tapi perlu diperhatikan debat adalah instrumen bagi para paslon untuk meyakinkan warga Jakarta memilih mereka,” terang Ujang.
Lebih lanjut, Ujang menuturkan, ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur masih terlihat meraba saat memaprkan visi-misi dan menjawab pertanyaan dari para peneliti debat.
“Kelebihannya (RIDO) lebih santai, Dharma-Kun menggebu-gebu, Pramono-Rano dengan gayanya lebih menjiwai. Kalau kekurangannya itu ada yang gugup ada yang jawabannya melebar dan tidak fokus,” pungkasnya. (DID)
