BOGOR, BERNAS.ID – Ancaman kejahatan narkotika semakin kompleks dan canggih. Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) membutuhkan petugas intelijen yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan informasi intelijen.
Demikian disampaikan Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana saat pembukaan Pelatihan Pembentukan Petugas Intelijen BNN, di PPSDM BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (7/10/2024) silam.
Baca Juga : Dikendalikan dalam Lapas, BNN Ungkap Pengoperasian Pabrik Narkoba Beromset Miliaran Rupiah
Tantan menegaskan, pihaknya terus berupaya memperkuat kapasitas intelijennya dalam rangka memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis BNN dalam rangka memperkuat intelijen sebagai garda terdepan dalam perang melawan narkotika,” kata Tantan dikutip bernas.id, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga : Ungkap Kasus Narkotika, Bentuk Komitmen Polres Barito Kuala
Dirinya mengungkapkan lima strategi utama BNN dalam memberantas narkoba, yaitu penguatan kolaborasi, penguatan intelijen, penguatan wilayah pesisir dan perbatasan, penguatan kerja sama dengan negara perbatasan, dan pendekatan iconic dan tematik.
“Dengan pelatihan ini, Kita berharap para peserta dapat menguasai teknik-teknik pengumpulan informasi, analisis intelijen, serta menjalankan operasi yang efektif,” ujar Tantan.
BNN berharap dengan semakin kuatnya kapasitas intelijen, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia dapat semakin efektif. (DID)
