JAKARTA, BERNAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta merilis pemantauan pelaksanaan kampanye pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta di Pilkada 2024 selama dua minggu terakhir.
Berdasarkan data yang dimiliki Bawaslu DKI, pasangan Pramono Anung-Rano Karno tercatat paling sering menjalankan kegiatan kampanye dengan menemui warga maupun kelompok masyarakat.
Pemantauan dilakukan per tanggal 25 September sampai dengan 9 Oktober 2024. “Rekap pengawasan kampanye Pilkada 2024 Provinsi DKI Jakarta per tanggal 25 September sampai dengan 9 Oktober,” tulis keterangan dalam akun Instagram bawasludkijakarta, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga : Wujudkan Pemilu Jurdil, Bukan Hanya Tugas KPU dan Bawaslu
Selama dua pekan terakhir, Pramono-Rano melakukan pertemuan tatap muka 32 kali, pertemuan terbatas 3 kali, dan kegiatan lainnya 41 kali.
Sementara, Ridwan Kamil-Suswono melakukan pertemuan tatap muka 22 kali dan kegiatan lain 7 kali. Lalu, Dharma Pongrekun-Kun Wardana melakukan pertemuan tatap muka 14 kali.
“Kegiatan kampanye paslon Ridwan Kamil-Suswono 29, Dharma Pongrekun-Kun Wardana 14, Pramono Anung-Rano Karno 76. Total 119,” bunyi keterangan Bawaslu DKI Jakarta.
Selama dua minggu terakhir, wilayah yang paling banyak dikunjungi para paslon yakni Jakarta Timur 41 kegiatan. Kemudian, Jakarta Utara 30 kegiatan, Jakarta Barat 27 kegiatan, Jakarta Selatan 13 kegiatan, Jakarta Pusat 8 kegiatan.
Baca Juga : Survei Elektabilitas Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta, Pram-Rano Meroket, RK-Suswono Melorot
Hingga saat ini, ketiga paslon belum melakukan kunjungan pertemuan dengan warga di Kepulauan Seribu.
Menanggapi hal itu, calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 3 Rano Karno mengaku dirinya dan Pramono memerlukan komunikasi secara intensif dengan masyarakat Jakarta secara langsung.
Mengingat, kata pria yang sering disapa Bang Doel itu lawan politiknya memiliki dukungan partai politik lebih banyak.
“Kita sadar yang kami hadapi tidak mudah karena itu kami bergerak sebanyak-banyaknya, bertemu langsung dengan warga, berkomunikasi, mendengarkan langsung, bergembira dan menangis bersama-sama masyarakat Jakarta,” pungkasnya. (DID)
