BERNAS.ID – Bayangannya ingin mencari kesembuhan, saat ini jika masyarakat tidak hati-hati bisa jatuh ke pelukan para seller produk kesehatan yang tidak bertanggungjawab.
Jaman telah berubah, sekarang semua orang bisa jadi “dokter”. Para dokter palsu tersebut mengiming-iming calon korbannya dengan produknya yang umumnya:
1. Bisa menyembuhkan penyakit yang dari sisi medis kedokteran sudah tidak bisa disembuhkan seperti Penyakit Kencing Manis, Gagal Ginjal, dan lainnya.
Baca Juga : Vaksin DNA: Harapan Baru atau Ilusi Kesehatan?
2. Menggunakan istilah-istilah ilmiah sehingga terkesan produknya bisa dipercaya. Padahal jika kita telusuri lebih lanjut itu hanya bualan semata atau bukan itu yang dimaksud seperti: terbukti secara klinis, hak paten, stemcell, dan lainnya.
3. Tak jarang sellernya berpakaian/bergaya seperti Dokter atau menyelipkan gelar Profesor pada namanya.
4. Menggunakan testimoni dari hanya 1 atau 2 pasien, itu-itu aja sehingga videonya sudah kabur atau menggunakan endorser yang dibayar. Begitu dikejar pasien yang melakukan testimoni tersebut, nggak tahu ada di mana.
5. Jika sudah termakan bujuk rayu dan mencoba produknya dan tanpa hasil, jawabannya oh masih kurang banyak/lama konsumsinya. Mesti dilanjutkan sehingga pasien menyerah sendiri karena memang harga produknya cukup mahal.
6. Mengatakan bahwa Dunia Kedokteran telah tersusupi kekuatan elite global sehingga penggunaan produk kesehatan barat bukan menyembuhkan tapi malah menjadi terikat dgn konspirasi tersebut.
7. Dan lain lain
Bagi Anda yang masih percaya akan ilmu kedokteran, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:
1. Buka wawasan Anda, cari informasi sebanyak-banyaknya. Jangan hanya tertarik dengan 1 video, langsung dipercaya.
2. Bertanya hanya kepada Dokter yang memiliki ijin praktek resmi.
3. Manfaatkan situs-situs dari web Rumah Sakit/Klinik resmi/berijin.
4. Gabung di Forum Diskusi/Whatsapp Group yang baik. Umumnya ada 1 atau lebih tenaga kesehatan yang aktif di dalamnya.
5. Jangan hanya percaya ke satu sumber informasi, cari second bahkan third opinion.
Untuk para teman sejawat, kami mengajak aktiflah bersosial media. Jangan sampai masyarakat lebih terpapar mengenai informasi kesehatan dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Semoga sehat selalu.
(Penulis: Dr. Erik Tapan, MHA | Pengelola web https://DokterErik.com Sumber info kesehatan tepercaya)
