JAKARTA, BERNAS.ID – Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama menekankan pentingnya power nap, atau tidur singkat berkualitas, terutama bagi pengemudi dalam perjalanan jauh untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini bisa menyegarkan tubuh, meningkatkan fokus, dan menjaga keselamatan di jalan.
Dalam perjalanan panjang, pengemudi disarankan berhenti setiap 3-4 jam di area peristirahatan (rest area) dengan waktu istirahat sekitar 30 menit. Dr. Ngabila menyarankan agar waktu istirahat ini digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti ke kamar kecil, makan, minum, berjalan kaki, atau meregangkan badan selama 10-15 menit. “Jika pengemudi tidak memiliki pengganti, mereka bisa melakukan tidur singkat atau power nap selama 15-30 menit,” jelasnya kepada bernas.id, Sabtu (2/11/2024).
Baca Juga : Vaksinasi dan 3M, Langkah Pencegahan Efektif Hadapi Flu Singapura (HMFD)
Alternatif lainnya adalah minum kopi tanpa gula atau rendah gula, sementara minuman energi atau berkemasan sebaiknya dihindari karena dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.
dr. Ngabila menjelaskan bahwa waktu optimal untuk power nap adalah pada siang hari antara pukul 13.00-15.00 atau di malam hari, sesuai kondisi kantuk pengemudi. Tidur singkat ini, yang berlangsung 15-30 menit, berfungsi untuk mengembalikan energi tubuh dan menyegarkan pikiran dalam waktu cepat.
Beberapa manfaat utama dari power nap meliputi peningkatan fokus, perbaikan suasana hati, peningkatan energi, serta pengurangan rasa lelah. Manfaat lainnya juga termasuk membantu perbaikan otot, meningkatkan produktivitas, menjaga kinerja otak, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan mental.
Baca Juga : Teka teki Pencegah Kantuk Lebih Baik dari Kopi
Berbeda dengan tidur siang biasa yang berlangsung 40-90 menit, power nap hanya membawa tubuh melalui siklus tidur awal dan tidak mencapai tahap tidur dalam (fase REM). “Pada tahap tidur kedua, otot-otot tubuh mulai rileks, dan fungsi tubuh melambat, tetapi kita belum mencapai fase tidur nyenyak atau REM yang menyebabkan otot lumpuh sementara,” tambah dr Ngabila.
Untuk mengoptimalkan power nap, dr. Ngabila menyarankan beberapa langkah, antara lain:
1. Pilih ruangan atau mobil yang sejuk, sepi, dan gelap.
2. Gunakan masker atau penutup mata serta penyumbat telinga atau headset.
3. Hindari tidur segera setelah makan.
4. Matikan notifikasi ponsel untuk menghindari gangguan.
5. Ciptakan posisi tidur senyaman mungkin dan lakukan rutinitas relaksasi seperti menarik napas dalam atau berdoa.
“Jangan paksakan diri. Jika merasa sangat mengantuk, istirahatlah sejenak. Keselamatan selalu yang utama,” pesan dr. Ngabila. (DID)
