BANTUL, BERNAS.ID – Sekelompok mahasiswa ilmu komunikasi, Universitas Amikom Yogyakarta menggelar pelatihan public speaking di SMK Ma’arif 1 Kretek, Bantul pada hari Rabu (20/11/2024). Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan komunikasi di dunia kerja.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan vokasional perlu mempersiapkan siswanya untuk terjun langsung ke dunia kerja.
Dalam hal ini, kemampuan public speaking menjadi salah satu bekal utama yang perlu disiapkan untuk menunjang kesuksesan siswa diberbagai bidang.
Namun sebagian SMK di Yogyakarta belum menyadari akan pentingnya keterampilan public speaking. Salah satu SMK tersebut yaitu SMK Ma’arif 1 Kretek, Bantul yang belum pernah melakukan pelatihan public speaking, bahkan asing dengan istilah tersebut.
Baca Juga : Kegiatan P5, SMKN 3 Yogyakarta Gelar Panen Karya Tarian Nusantara
Pada SMK Ma’arif 1 Kretek juga ditemukan berbagai kendala yang dihadapi siswa yaitu, rasa takut, cemas, bingung, dan kurang percaya diri saat berbicara di depan umum.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, khususnya kelompok Speakopedia dengan dibimbing oleh Wiwid Adiyanto, S.I.Kom., M.I.Kom dan Bela Fataya Azmi, S.Kom.I., M.A, selaku dosen mata kuliah proyek sosial melakukan pelatihan public speaking di SMK Ma’arif 1 Bantul.
Pelatihan tersebut juga dibersamai oleh kelompok Dharma Kawula yang berfokus pada pelatihan digitalisasi.
Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan di Aula SMK bersama kepala sekolah SMK Ma’arif 1 Kretek, perwakilan guru, siswa kelas 11 dan 12, dosen pembimbing, Pemateri, serta kelompok Speakopedia dan Dharma Kawula.
Pembukaan dimulai dengan sambutan oleh Suhardi, S.Pd, selaku kepala sekolah sekaligus membuka acara tersebut.
“Harapannya dengan adanya pelatihan public speaking bagi kelas 12 dan digitalisasi di kelas 11, bisa membekali siswa di dunia kerja,” tutur Suhardi saat membuka kegiatan pelatihan.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan di kelas yang dibagi menjadi 2, yaitu kelas 11 dengan pelatihan digitalisasi dipandu oleh Ulya Dihya, dan kelas 12 dengan pelatihan public speaking bersama Saviera Zulykha Ajeng.
Pelatihan public speaking diikuti oleh 15 siswa kelas 12 yang kemudian dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama berfokus pada materi tentang dasar public speaking, serta panduan public speaking yang baik dan benar, sementara sesi kedua berfokus pada praktik public speaking.
Pada sesi praktik, siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang berisi 5 siswa di setiap kelompoknya. Kemudian setiap kelompok diminta maju ke depan kelas dan menceritakan sebuah kata yang telah ditentukan oleh pemateri secara bergantian.
Saviera Zulykha Ajeng, selaku pemateri public speaking yang berpengalaman sebagai penyiar radio, content creator, dan master of ceremony mengatakan bahwa public speaking bisa karena terbiasa.
“Untuk lancar berbicara di depan umum, kita harus sering mencoba, caranya, ya dengan mengambil kesempatan yang diberikan oleh guru, misalny,” ungkap Saviera Zulykha Ajeng.
Menurutnya, semua kendala public speaking dapat ditangani dengan meningkatkan intensitas berlatih. Berlatih yang dimaksudkan disini, yaitu mencari pengalaman lebih banyak dengan mengambil segala kesempatan yang dapat mengasah kemampuan public speaking.
Adanya pelatihan ini para siswa menjadi lebih terbuka tentang pentingnya public speaking, serta besarnya peluang kerja bagi mereka yang menguasai public speaking.
Beberapa siswa mengungkapkan bahwa pelatihan public speaking sangat menyenangkan dan memberi motivasi untuk lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum.
“Jadi mau lancar public speaking, biar lebih PD,” ungkap Billy, selaku peserta pelatihan public speaking.
Selain itu, beberapa siswa juga menyatakan antusiasme mereka untuk mengikuti pelatihan serupa di masa depan.
“Besok mau ikut pelatihan public speaking lagi, ternyata seru juga,” tutur Aji, seorang peserta lainnya.
Baca Juga : Kemeriahan Acara Tutup Tahun SMA Negeri 5 Yogyakarta
Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi siswa tentang betapa pentingnya komunikasi efektif di dunia kerja, seperti cara menyampaikan ide yang jelas, membangun koneksi, dan mengatasi rasa gugup.
Kegiatan pelatihan ini sangat disambut baik oleh pihak SMK Ma’arif 1 Kretek.
“Kami sangat berterimakasih kepada Universitas Amikom yogyakarta yang
telah memilih SMK kami untuk melaksanakan pelatihan public speaking,” kata Ana selaku guru pembina kelas 12.
“Kami sangat senang dengan kedatangan teman-teman mahasiswa karena kami memang belum pernah melakukan pelatihan semacam ini,” tambahnya.
Pelatihan public speaking yang dilaksanakan di SMK Ma’arif 1 Kretek diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan untuk memberi kesadaran di kalangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lainnya tentang pentingnya kemampuan public speaking bagi siswa.
Selain itu, diharapkan juga pelatihan ini dapat menjadi inspirasi terbentuknya pelatihan serupa di masa depan. Kegiatan ini dapat menjadi cerminan komitmen sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang percaya diri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global. (adv)
