JAKARTA, BERNAS.ID -Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKB Ida Fauziyah, menyebut, mahar politik di Indonesia menjadi beban bagi masyarakat dan memicu terjadinya tindak pidana korupsi.
“Mahalnya biaya politik di Indonesia memicu kekhawatiran masyarakat. Mereka khawatir jika biaya politik tinggi maka para pejabat publik yang terpilih akan melakukan korupsi demi mengembalikan modal politik saat pemilihan umum (Pemilu),” ujar Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (17/12/2024).
Ia menambahkan banyak warga yang menyampaikan kekhawatiran tingginya angka korupsi pejabat publik karena biaya politik mahal.
Baca Juga : Pilkada oleh DPRD Kemunduran, Tak lebih Perpanjangan Kekuasaan Sentralistik
“Masyarakat khawatir kalau biaya politik tinggi maka korupsi juga akan tinggi,” sambungnya.
Ia menekankan bahwa sistem pemilihan langsung dianggap terlalu mahal dan menjadi beban dalam proses demokrasi di Indonesia.
Baca Juga : Pilkada Diserahkan Ke DPRD, Ini Nasib KPU dan Bawaslu
Padahal, anggaran tersebut menurut Presiden, dapat digunakan untuk hal yang lebih produktif misalnya membantu gizi anak-anak hingga pembangunan infrastruktur dasar.
Mahalnya biaya politik ini membuat masyarakat yang saya temui minta sistem pemilu harus dilakukan evaluasi,” tutup Ida Fauziyah. (FIE)
