PAPUA, BERNAS.ID – TNI-Polri meningkatkan patroli di Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, sebagai respons atas aksi penembakan warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu, 8 Januari 2025. Penembakan tersebut menewaskan dua orang.
“Patroli ini bertujuan untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah tersebut dan mencegah terulangnya aksi serupa,” ujar Wakapolda Papua Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangan tertulis, Selasa (14/1/2025).
Baca Juga : Jumlah KKB di Papua Lebih 1.400, Kapolri: Stabilitas Papua Jadi Tantangan Serius
Menurut Faizal, pelaku penembakan adalah KKB Aske Mabel. Selain menggencarkan patroli, aparat keamanan juga tengah memburu pelaku tersebut.
“Pengawasan di perbatasan Kabupaten Yalimo juga diperketat dengan pemeriksaan kendaraan keluar-masuk untuk mencegah potensi ancaman lainnya,” tambahnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui keberadaan pelaku penembakan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Baca Juga : Usai ke Bawaslu, MRP Papua Barat Daya Adukan KPU RI ke DKPP
“Kami berkomitmen untuk menegakkan hukum dan memberikan rasa aman bagi warga Kabupaten Yalimo,” kata Yusuf.
KKB Aske Mabel disebut-sebut sebagai mantan anggota Polres Yalimo yang membelot ke kelompok separatis. Aske diduga bekerja untuk Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang dipimpin Jeffrey Pagawak Boamanak.
Dalam beberapa hari terakhir, insiden penembakan oleh KKB Aske Mabel telah menonjol di wilayah hukum Polda Papua. Pelaku dilaporkan melarikan diri sambil membawa senjata api dan melakukan aksi penembakan sembilan kali, yang menewaskan lima orang.
Aparat keamanan terus berupaya memastikan keamanan wilayah sekaligus menangkap pelaku untuk mencegah ancaman lebih lanjut. (DID)
