JAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Tahun Akademik 2024/2025. Acara ini berlangsung di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (1/2/2025).
Hadir dalam acara tersebut salah satu pendiri yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Cendekia Indonesia Sleman (YCIS), Ustadz Yusuf Mansyur, Ketua YCIS, Putu Putrayasa, serta jajaran pimpinan universitas, dosen, serta para wisudawan dan keluarganya.
Dalam suasana penuh khidmat, para lulusan menerima gelar akademik mereka sebagai tanda keberhasilan menyelesaikan studi di Universitas Mahakarya Asia. Wisuda ini menjadi momen penting bagi mahasiswa yang telah menempuh perjalanan panjang dalam menimba ilmu dan bersiap melangkah ke dunia profesional.
Baca Juga : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 2.207 Mahasiswa
Tercatat sebanyak 30 mahasiswa yang diwisuda berasal dari dua program studi (Prodi), yakni Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Dalam kesempatan itu, pihak kampus juga memberikan penghargaan kepada empat wisudawan/ti terbaik yang lulus dengan predikat cumlaude sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik mereka.
Acara wisuda ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga awal dari perjalanan baru bagi para lulusan dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional.
Rektor UMMAHA, Ir. Tri Atmodjowati M.M. dalam pidatonya menegaskan bahwa 90 persen dari para wisudawan telah mendapatkan pekerjaan atau menjadi pemilik bisnis sendiri. “Ini adalah kemenangan untuk kalian semua. Kalian sudah berjuang menyelesaikan perkuliahan, dan kini saatnya menuai hasil. Saya minta tepuk tangan yang meriah untuk para wisudawan!” kata Tri Atmodjowati di hadapan para lulusan dan tamu undangan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cendekia Indonesia Sleman (YCIS), Putu Putrayasa, mengatakan bahwa prosesi wisuda yang digelar hari ini merupakan bagian dari rangkaian wisuda yang akan berlangsung sepanjang tahun 2025.
“Wisuda ini bukan satu-satunya yang kami selenggarakan tahun ini. Secara keseluruhan, ada 250 mahasiswa yang akan diwisuda dalam beberapa tahap sepanjang 2025,” ujar Putu.
Pada kesempatan yang sama Joseph S. Kom, selaku Human Resource and General Affair (HRGA) Manager ADVAN menegaskan komitmen ADVAN dalam mendukung dunia pendidikan, termasuk melalui program CSR yang telah berjalan bersama Yayasan Cendekia Indonesia Sleman (YCIS) dan UNMAHA.
Jaringan Global dan Prestasi Mahasiswa
Tak hanya sukses dalam dunia kerja, jelas Rektor UNMAHA Tri Atmodjowati, pihaknya juga membuktikan kualitasnya di tingkat internasional. Salah satu mahasiswanya telah memenangkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Okayama University, Jepang. Selain itu, pada bulan April mendatang, UNMAHA akan mengirim beberapa mahasiswa untuk magang kerja di Jepang.
Baca Juga ; Kuliah Umum Terbuka: “Smart Choices for Student Life” bersama UNMAHA
“Kami membangun kampus satelit bersama Okayama University. Bagi lulusan yang ingin kuliah di Jepang, kami akan membantu referensinya,” jelas Tri Atmodjowati.
Tri menekankan pentingnya kompetensi dan nilai diri bagi para lulusan agar siap menghadapi dunia kerja. Menurutnya, seorang profesional, terutama dalam bidang akademik, harus memiliki nilai, pemahaman tentang etika kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan visi perusahaan.
“Perusahaan tidak hanya mencari orang pintar, tetapi mereka yang memiliki etika kerja yang baik. Kepintaran bisa dicari, tapi jika seseorang mampu menyesuaikan diri dengan visi perusahaan, maka ia akan mampu bekerja sama dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan,” ujar Tri.
Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan pemecahan masalah (Problem-Based Learning) untuk membentuk lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Kolaborasi dengan Industri dan Persiapan Masa Depan
UNMAHA berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Ketua Kamar Entrepreneur Indonesia dan Ketua Women in Logistics and Transportation Asia. Selain itu, UNMAHA juga menandatangani MOU dengan dua LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) untuk mendukung program non-degree.
Terkait kerja sama dengan LSP, Tri menjelaskan bahwa sertifikasi sangat penting dalam dunia industri. “Tanpa pengalaman praktis, lulusan hanya memahami teori. Dengan sertifikasi, mereka diuji kompetensinya sehingga lebih siap terjun ke dunia kerja,” katanya.
Selain itu, kerja sama dengan universitas lain dan perusahaan juga menjadi fokus utama. Kolaborasi dengan kampus lain memungkinkan penelitian bersama dan pertukaran sumber daya, sementara kemitraan dengan industri memastikan lulusan memiliki peluang kerja yang lebih luas.
“Kita ingin lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi juga memiliki nilai tambah yang membedakan mereka dari yang lain,” tutupnya. (DID)
