BANDUNG, BERNAS.ID – Hadiah Sastra Rancage Harus Disesuaikan Dengan Perkembangan Zaman, Yayasan Kebudayaan Rancage terus berbenah, cari formulanya.
Ketua YKR, Etti RS mengatakan hal tersebut di acara pengumuman Hadiah Sastra Rancage 2025 di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi Jalan Garut No2 Bandung, Jumat 31 Januari 2025.
“Tahun 2025 ini kami akan menelaah situasi kesusastraan di berbagai daerah yang mencakup kepenulisan dan kualitas karya, regenerasi, media dan penerbitan, serta hal-hal lain yang bersinggungan dengan bahasa daerah,” ujarnya.
Dijelaskan Etti RS tahun 2025 ini ada lima daérah yang memenuhi kritéria untuk dinilai dalam Hadiah Sastera Rancage 2025, yaitu sastra Sunda, Jawa, Bali, Batak, dan Lampung. Adapun buku-buku dalam sastra Madura dan Banjar belum ada yang memenuhi syarat untuk diberi hadiah tahun ini.
“Semoga di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi karya sastra yang terbit dalam berbagai bahasa daerah,” ujarnya.
BACA JUGA : Tantangan Dedi-Erwan Lestarikan Alam Jabar Intervensi Pusat, Atasi Dengan Ini
Selain hadiah sastra, mulai tahun 2025 hadiah untuk mereka yang berjasa mengembangkan sastra daerah, juga dibuka kembali.
“Namun, tahun ini kami baru memberikannya kepada pegiat sastra Sunda. Untuk daerah lainnya mudah-mudahan bisa dilaksanakan pada tahun depan,” katanya.
Pada Tahun 2025 ini, buku yang dinilai oleh juri untuk Hadiah Rancage sebanyak 54 judul, terdiri atas 16 judul karya sastra Sunda, 17 judul karya sastra Jawa, 14 judul karya sastra Bali, 4 judul karya sastra Batak, dan 3 judul karya sastra Lampung.
“Tahun ini tidak ada Hadiah Samsudi karena jumlah buku yang kami terima belum memenuhi kriteria,” terang Etti.
Pertama, Sastra Sunda. Ada tiga nominé Hadiah Sastera Rancage 2025 untuk sastera Sunda, yaitu (1) novel Asmarandana Liwung karya Aam Amilia; (2) kumpulan cerita pendek Si Sipus karya Deni A. Fajar, dan (3) kumpulan cerita pendek Anggota Déwan Ngagantung Manéh karya Hidayat Soesanto.
BACA JUGA : Soal Lingkungan Hidup Walhi Jabar Dorong Dedi-Erwan Berikan Akses Pengaduan
Berdasarkan hasil pertimbangan juri, pemenang Hadiah Rancagé 2025 untuk sastera Sunda adalah:
Judul: Anggota Déwan Ngagantung Manéh
Genre: Kumpulkan cerita pendek
Pengarang: Hidayat Soesanto
Penerbit: Geger Sunten, Bandung, 2024.
Kedua, Sastra Jawa. Karya sastra Jawa yang masuk nomine berjumlah 4 judul, yaitu (1) Pincuk Garing ‘Pincuk Kering’ karya Tulus S; (2) Wayang Tanpa Dhalang ‘Wayang Tanpa Dalang’, antologi puisi karya Mas Gampang Prawoto, (3) Kembang Paésan ‘Bunga Hiasan’, antologi cerita pendek karya Sriyati S Sastroprayitno; dan (4) Dalan Sidhatan ‘Persimpangan Jalan’, antologi puisi karya St. Sri Emyani
Berdasarkan pertimbangan atas karya yang dinilai, ditetapkan pemenang Hadiah Rancagé 2025 untuk sastera Jawa adalah:
Judul: Dalan Sidhatan (Persimpangan Jalan)
Genre: Antologi puisi
Pengarang: St. Sri Emyani
Penerbit: Sembilan Mutiara Publishing, Trenggalek, 2023.
BACA JUGA : BMKG Imbau Masyarakat Jawa Barat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Ketiga, Sastra Bali. Ada 10 buku yang dinilai sebagai nominasi, terdiri atas 1 buku drama, 5 antologi cerpen, 4 antologi puisi.
Berdasarkan pertimbangan atas karya yang dinilai, Hadiah Rancagé 2025 untuk sastera Bali adalah:
Judul: Renganis
Genre: Kumpulan puisi
Pengarang: Komang Sujana
Penerbit: Pustaka Ekspresi, Tabanan, Bali, 2024
Keempat, Sastra Batak. Berdasarkan berbagai pertimbangan, karya yang dinilai, ditetapkan penerima Hadiah Rancagé 2025 untuk sastera Batak adalah:
Judul:Parhuta – Huta Do Hami
Genre: Kumpulan cerpen
Pengarang: Panusunan Simanjuntak
Penerbit: Selasar Pena Talenta, 2024
Kelima, Sastra Lampung.
Berdasarkan pertimbangan atas 3 judul karya yang dinilai, ditetapkan penerima Hadiah Rancagé 2025 untuk sastera Lampung adalah:
Judul: Minan Lela Sebambangan; Selusin Cerita Buntak
Genre: Kumpulan cerpen
Pengarang: Udo Z. Karzi
Penerbit: Pustaka LaBRAK, 2024
BACA JUGA : TPT SMK Diploma dan Sarjana Tinggi, Kadin Jabar Atasi Dengan Langkah Ini
Keenam, Hadiah Jasa. Hadiah jasa adalah bentuk penghargaan dari Yayasan Kebudayaan Rancagé kepada individu atau lembaga yang berjasa dalam pengembangan bahasa dan sastra daerah. Hadiah jasa diberikan sejak tahun 1990, tetapi terhenti tahun 2018. Mulai tahun 2025, panitia akan memberikan kembali hadiah tersebut.
Adapun penerimaan penghargaan jasa tahun 2025 untuk sastera Sunda adalah Us Tiarsa (lahir di Bandung, 1 April 1941).
Us Tiarsa telah mengabdikan hidupnya pada sastera Sunda secara konsisten, lebih dari 60 tahun. Selain sebagai pengarah, ia juga adalah wartawan, redaktur media, aktor teater dan film, serta aktif dalam berbagai organisasi. Pada tahun 2023 dan 2024, ada puluhan pengarang Sunda yang menerima penghargaan dari pemerintah pusat.
Namun, Us Tiarsa rupanya luput dari pengamatan sehingga ia tidak mendapatkan penghargaan tersebut, padahal ia masih terus menulis sampai saat ini.
“Para pemenang Hadiah Sastera Rancagé dan penghargaan jasa akan mendapatkan penghargaan berupa piagam, dan uang tunai sebesar Rp 7.500.000. Adapun acara penyerahan hadiah akan diumumkan kemudian,” Ujar Etti RS.(ARIS)
