JAKARTA, BERNAS.ID – Astrid Margaretha yang mengganti namanya menjadi Astrid Khairunnisha, merupakan seorang model dan presenter berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal sebagai istri dari Uya Kuya serta ibu dari Cinta Kuya dan Nino Kuya.
Namun siapa sangka, Astrid yang dikenal sebagai presenter dan publik figur, kini menapaki jalan baru sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Berbekal pengalaman di dunia hiburan serta aktivisme sosial, Astrid memilih terjun ke politik demi memperjuangkan aspirasi masyarakat secara lebih konkret.
Awal Perjalanan ke Politik
Astrid mengaku memiliki latar belakang di bidang ilmu politik dari Universitas Indonesia. Ia awalnya enggan terlibat dalam dunia politik. Bahkan, mengaku memiliki pandangan idealis bahwa seorang politikus harus memiliki kestabilan ekonomi dan mental sebelum benar-benar terjun ke dunia tersebut.
Baca Juga : Banyak Makan Asam Garam di Dunia Pergerakan, Kevin Wu Pilih Berpolitik dalam Perjuangkan Aspirasi Rakyat
“Saya dulu berpikir politik itu kotor. Untuk apa orang seperti saya masuk ke dunia yang begitu?” kata Astrid.

Namun, selama pandemi COVID-19, Astrid bersama suaminya mulai aktif mengelola podcast yang menyoroti berbagai kasus sosial, termasuk ketidakadilan dan permasalahan hukum. Dari sana, Astrid menyadari bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan advokasi lebih kuat. Tekanan yang mereka hadapi dalam mengungkap kasus-kasus tersebut justru memotivasi Astrid untuk berjuang dari dalam sistem.
“Saya bilang ke suami, percuma kita cuma bisa teriak-teriak dari luar. Kalau kita ada di dalam, mungkin kita bisa melakukan perubahan yang lebih nyata,” tuturnya.
Ketika memutuskan untuk terjun ke politik, Astrid dan Uya Kuya mendapatkan tawaran dari berbagai partai. Namun, akhirnya mereka memilih Partai Amanat Nasional (PAN). Keputusan ini didasarkan pada kedekatan mereka dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, serta visi partai yang memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk menyuarakan kebenaran.
“Pak Zulhas bilang ke saya, ‘Apa yang menurut kamu benar, lakukan. Tapi hati-hati, politik itu kejam.’ Itu yang membuat saya yakin untuk maju,” jelasnya.
Baca Juga : Dari Underdog to Master Strategist: Kisah perjalanan Bayu membangun Digital Agency
Konsen pada Dunia Pendidikan dan Kesehatan
Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta di Komisi E yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Astrid Kuya menaruh perhatian besar pada kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Salah satu isu yang ia perjuangkan adalah program sekolah swasta gratis, yang akan mulai berjalan pada Juli 2025.

“Masalah pendidikan ini penting. Banyak anak yang tidak bisa masuk sekolah negeri karena zonasi, akhirnya masuk swasta dan harus bayar. Kalau tidak mampu, mereka memilih berhenti sekolah. Ini yang kita perjuangkan,” paparnya.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai permasalahan di sektor kesehatan, seperti pelayanan BPJS dan rumah sakit yang masih perlu ditingkatkan.
Mengubah Stigma ‘Artis Jadi Politisi’
Sebagai mantan presenter yang kini menjadi legislator, Astrid tak lepas dari stigma bahwa artis tidak bisa serius dalam politik. Namun, ia membuktikan sebaliknya dengan kritis terhadap berbagai kebijakan, termasuk dalam anggaran pendidikan.
Baca Juga : Sukses Raih Predikat Cumlaude, Ini Perjuangan Mudini Seorang Anak Buruh Tani
“Saya marah saat melihat ada anggaran yang tidak jelas peruntukannya. Malam hari saya terima detailnya, pagi harinya tiba-tiba hanya berupa rangkuman. Ini yang saya soroti,” katanya.
Keberaniannya dalam mengkritik dinas terkait, termasuk dalam isu anggaran pengadaan laptop dan pembangunan pagar sekolah, menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya sekadar nama besar di parlemen, tetapi benar-benar menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Ke depan, Astrid ingin terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam bidang pendidikan dan perlindungan anak.
“Saya ingin ada kebijakan yang membuat sekolah lebih aman bagi anak-anak. Selain itu, saya akan terus mengawal program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Sebagai sosok yang awalnya enggan masuk politik, Astrid Kuya kini menunjukkan bahwa dengan keberanian dan idealisme, seseorang dapat membawa perubahan, bahkan dari dalam sistem. (DID)
