PAMONG, BERNAS. ID -Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (PEKNAS) Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Isram Said Lolo, dalam beberapa bulan terakhir mulai melakukan konsolidasi terhadap seluruh pengurus di masing-masing Kabupaten se-Sulteng. Dalam kunjungannya ke sejumlah pengurus Kecamatan di Kawasan Pesisir Timur Kabupaten Parigi Moutong, ia bersama pengurus lainnya melihat banyak potensi sumber daya alam yang sangat layak untuk dikelola sehingga dapat menjadi usaha kecil.
“Setelah perjalanan panjang yang saya lakukan di Kabupaten Parigi Motong untuk zona 1 sampai zona 6, itu dalam rangka konsolidasi dan sekaligus BIMTEK. Jadi kegiatannya itu konsolidasi jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPAC) di tingkat kecamatan,” kata Ketua DPW Peknas Sulteng, Sabtu (15/2).
Menurutnya, program yang akan diusulkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) adalah program yang mengedepankan potensi kearifan lokal di masing-masing daerah. Oleh karena itu, menurut Peknas penting untuk melihat potensi masing-masing daerah secara lebih langsung. ” Desain program yang diusulkan pengurus adalah program yang berbasis kearifan lokal. Jadi setiap desain program yang diusulkan oleh Dewan Pimpinan Cabang di tingkat kecamatan, nantinya akan diusulkan berdasarkan sumber daya alam yang dimilikinya. Kalau misalnya di daerahnya banyak pertanian, petani miskin atau kemudian nelayan miskin, maka arah programnya dalam konteks pemberdayaan masyarakat petani atau nelayan,” terangnya;
Dijelaskannya, saat konsolidasi di Kabupaten Perigi Moutong, sebagian besar keinginan pengurus mengusulkan pemberdayaan petani dan nelayan. “Rata-rata saya lihat pengurus meminta pemberdayaan petani miskin dan nelayan miskin. Ini yang saya lihat mendominasi di daerah zona 1 sampai 6, khususnya di Kabupaten Perigi Moutong,” ungkapnya.
Namun, menurut mantan aktivis ini, keinginan masyarakat di setiap Kabupaten pasti berbeda-beda, oleh karena itu penting untuk datang melihat langsung. “Tidak semua usulan itu sama, di kabupaten lain pasti keluhannya berbeda.Nah, hasil informasi yang kita dapatkan itu temuan langsung di lapangan.Itu yang kita dengar langsung di lapangan.Saya kira itu yang saya dapatkan dari konsolidasi dari zona 1 ke zona 6 di wilayah Kabupaten Perigi Moutong,” ungkapnya. (*Mt)
