JAKARTA, BERNAS.ID – Brando Tengdom memulai kariernya di industri perbankan pada tahun 2000 dengan bergabung sebagai sales di CT corp, yang kemudian menjadi bagian dari Bank Mega. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan kemampuan luar biasa dan dipromosikan menjadi Team Leader dalam satu tahun.
Perjalanan kariernya terus menanjak, menjadi Pimpinan Cabang dalam dua tahun setengah, kemudian menjabat sebagai Pimpinan Regional dan Pimpinan Divisi Kartu Kredit hingga tahun 2013.
Pada tahun 2013, Brando memutuskan untuk bergabung dengan Transvision sebagai Direktur Marketing & Sales. Selama lebih dari satu dekade, ia berperan dalam mengembangkan strategi pemasaran dan penjualan, membawa Transvision menjadi salah satu pemimpin di industri televisi berbayar dan streaming di Indonesia.

Tantangan dan Filosofi Kepemimpinan
Brando Tengdom tidak hanya merasakan kesuksesan, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan dalam kariernya. Ia menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. “Kalau saya cerita kegagalan, mungkin tiga jam pun tidak cukup,” ujarnya. Bagi Brando, setiap hambatan adalah tantangan yang harus dihadapi dengan sikap positif.
Baca Juga : Muhammad Hasan Abdillah, Politisi Muda yang Kawal Kebijakan Lewat Digital
Dalam memimpin, Brando mengadopsi gaya kepemimpinan yang dinamis dan adaptif. Menurutnya, seorang pemimpin harus cepat beradaptasi dengan perubahan zaman dan memahami kebutuhan pasar serta pelanggan.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki tim yang solid dan mampu memotivasi anggota tim untuk terus berkembang. Filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh adalah memiliki visi yang jelas, mampu mengartikulasikan visi tersebut kepada tim, serta fokus, konsisten, dan pantang menyerah dalam eksekusi strategi.
Strategi Pengembangan Pasar Transvision
Di tengah persaingan industri TV digital yang semakin ketat, Brando memiliki strategi untuk terus mengembangkan Transvision. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah transformasi layanan dari berbasis satelit menjadi platform hybrid yang mencakup televisi satelit dan layanan streaming berbasis aplikasi, seperti Cubmu. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati tayangan Transvision di mana saja dan kapan saja dengan harga yang terjangkau.
Brando juga menyadari perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke layanan streaming dan on-demand. Oleh karena itu, Transvision terus berinovasi dengan menghadirkan layanan video on demand serta fitur catch-up yang memungkinkan pelanggan menonton ulang program favorit hingga tujuh hari sebelumnya.
Dengan kombinasi platform satelit dan digital, Transvision mampu menjangkau seluruh segmen pasar, baik di daerah yang masih mengandalkan parabola maupun di kota-kota besar dengan akses internet yang mumpuni.
Baca Juga : Dari Jalanan ke Panggung Bisnis, Perjalanan Sugih Yusuf Menciptakan Revolusi Gadai Modern

Keunggulan Transvision di Pasar TV Digital
Keunggulan utama Transvision dibandingkan pesaingnya terletak pada variasi platform dan konten eksklusif dari Transmedia. Dengan jaringan yang mencakup siaran linear, video on demand, dan layanan streaming, Transvision dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai latar belakang. Selain itu, Transvision juga menghadirkan konten eksklusif seperti program-program Trans TV dan Trans7 serta koleksi film dari HBO Group, memberikan nilai lebih bagi pelanggan setianya.
Peran Brando Tengdom di Sales Director Indonesia (SDI)
Selain menjabat sebagai Direktur Marketing & Sales di Transvision, Brando Tengdom juga aktif sebagai Ketua Umum Sales Director Indonesia (SDI). Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan martabat profesi sales di Indonesia dan menciptakan ekosistem networking serta kolaborasi antaranggota.
Salah satu program unggulan SDI adalah berbagi ilmu dengan siswa SMK melalui kerja sama dengan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), serta monitoring mahasiswa di Universitas Prasetya Mulya.
Menurut Brando, profesi sales memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan 360 anggota SDI yang sebagian besar adalah level C seperti Direktur Sales, CEO dan business owner, akrivitas yang terjadi di dalam organisasi ini memberikan dampak signifikan terhadap industri penjualan dan pemasaran di Indonesia.

Tantangan dan Tren Pemasaran di Era Digital
Era digital membawa tantangan baru bagi industri pemasaran, terutama dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Brando menilai bahwa perusahaan harus mulai mengintegrasikan AI ke dalam strategi pemasaran untuk meningkatkan efisiensi dan memahami perilaku konsumen dengan lebih baik. “Kita harus paham dan menguasai AI. Ini bukan sesuatu yang bisa dihindari, melainkan harus dimanfaatkan untuk mendukung bisnis,” ujarnya.
Baca Juga : Fajar Informanto, Mengukir Jejak Sukses dengan Visi dan Strategi Bisnis Cerdas
Selain itu, peran media sosial dan e-commerce juga semakin penting dalam strategi pemasaran. Setelah pandemi COVID-19, perilaku pelanggan berubah drastis, dengan lebih banyak transaksi dan interaksi yang terjadi secara digital. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengoptimalkan pemasaran digital sambil tetap mempertahankan metode konvensional yang masih relevan.
Brando Tengdom adalah sosok pemimpin yang visioner dan inovatif dalam industri pemasaran dan penjualan. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia telah membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan bisnis, baik di sektor perbankan maupun industri televisi berbayar.
Kepemimpinannya yang dinamis, strateginya yang adaptif, serta kemampuannya dalam menghadapi tantangan menjadikannya salah satu tokoh penting dalam dunia sales dan marketing di Indonesia. (DID)
