JAKARTA, BERNAS.ID – Muhammad Hasan Abdillah mungkin bukan nama asing bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial. Sebagai seorang YouTuber dengan lebih dari 11 juta subscriber, ia telah dikenal luas karena konten sosialnya yang berfokus pada membantu masyarakat. Namun, perjalanan hidupnya kini membawa dirinya ke jalur yang lebih besar, yakni politik.
Dengan kursi di DPRD DKI Jakarta dan posisinya di Komisi A, Hasan tidak hanya membawa aspirasi masyarakat ke dalam sistem pemerintahan, tetapi juga memanfaatkan pengaruh digitalnya untuk mengawal kebijakan publik dengan lebih transparan dan efektif.
Awal Perjalanan, dari Konten Sosial ke Dunia Politik
Sejak awal, Hasan sudah memiliki ketertarikan pada dunia sosial. Melalui YouTube, ia kerap membuat konten yang memperlihatkan bagaimana ia membantu orang-orang yang kurang beruntung, mulai dari memberikan bantuan finansial hingga memperjuangkan hak-hak mereka di hadapan pihak yang lebih berkuasa.
“Saya mulai dari nol, benar-benar hanya ingin membantu orang. Saya pikir, kalau bisa membantu satu atau dua orang, kenapa tidak lebih banyak?” katanya pada bernas.id.
Baca Juga : Dari Jalanan ke Panggung Bisnis, Perjalanan Sugih Yusuf Menciptakan Revolusi Gadai Modern
Namun, semakin besar komunitasnya, semakin besar pula tanggung jawab yang ia rasakan. Hasan mulai menghadapi kendala utama dalam aktivitas sosialnya: keterbatasan dana.

“Saya sering kehabisan dana untuk membantu orang. Lalu saya berpikir, bagaimana caranya supaya bisa membantu lebih banyak orang? Akhirnya saya sadar bahwa solusi terbaik ada di pemerintahan. Dengan menjadi bagian dari sistem, saya bisa memperjuangkan lebih banyak hak masyarakat,” ungkapnya.
Keputusan ini tidak datang dalam semalam. Hasan melihat bahwa banyak kebijakan yang dibuat tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat bawah. Ia merasa bahwa berada di luar sistem tidak cukup untuk membawa perubahan besar. Maka, ia pun mengambil langkah berani untuk terjun ke dunia politik.
Dari Kampanye Digital ke Kursi DPRD
Hasan memiliki strategi unik dalam meraih dukungan publik. Berbeda dengan kebanyakan politisi yang mengandalkan pertemuan tatap muka, blusukan, dan kampanye konvensional, Hasan memanfaatkan platform digitalnya untuk menyampaikan visi dan misinya.
“Saya lebih banyak kampanye online. Lebih efektif dan efisien karena yang menonton dan mendukung bukan hanya satu daerah, tapi seluruh Jakarta,” katanya.
Strategi ini terbukti ampuh. Dengan basis massa yang kuat di media sosial, ia berhasil menarik perhatian pemilih, terutama kalangan muda yang selama ini kurang terlibat dalam politik. Hasan menegaskan bahwa media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga senjata utama dalam membentuk opini publik.
“Politisi dipilih oleh masyarakat. Kalau kita bisa berkomunikasi langsung dengan mereka lewat media sosial, kita bisa menjelaskan visi kita lebih jelas tanpa perantara,” tambahnya.
Setelah terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, dari Fraksi PKS, ia ditempatkan di Komisi A, yang membidangi pemerintahan dan komunikasi. Posisi ini memberikan Hasan kesempatan untuk berkontribusi dalam kebijakan-kebijakan strategis, terutama dalam pengelolaan teknologi informasi dan keamanan publik.
Mengawal Kebijakan dengan Media Sosial
Sebagai seorang politisi yang juga YouTuber, Hasan memiliki pendekatan unik dalam bekerja. Ia percaya bahwa kebijakan pemerintah harus dikawal secara transparan, dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mempublikasikan aktivitasnya secara online.
Baca Juga : Fajar Informanto, Mengukir Jejak Sukses dengan Visi dan Strategi Bisnis Cerdas
“Biasanya kerja-kerja DPRD itu hanya diketahui segelintir orang. Tapi dengan media sosial, saya bisa memperlihatkan apa yang saya lakukan, dan masyarakat bisa ikut mengawasi,” katanya.
Pendekatan ini terbukti efektif. Ketika ada kebijakan yang merugikan masyarakat, Hasan bisa segera menyuarakannya ke publik dan mendorong perubahan lebih cepat. Salah satu contoh keberhasilannya adalah saat ia memperjuangkan hak tenaga honorer untuk mendaftar sebagai ASN.
“Waktu itu ada edaran dari Sekda yang melarang tenaga honorer ikut seleksi ASN. Saya lihat ini tidak adil, karena mereka sudah bertahun-tahun bekerja tapi tidak diberi kesempatan. Saya angkat isu ini di media sosial, dan akhirnya kebijakan itu dicabut. Sekarang, 110 ribu tenaga honorer di Jakarta bisa mendaftar ASN,” jelasnya.

Fokus pada Isu Keamanan Melalui Pengoptimalan CCTV
Di DPRD, Hasan memiliki perhatian khusus pada isu-isu keamanan dan teknologi. Salah satu program yang sedang ia perjuangkan adalah optimalisasi CCTV di Jakarta.
“Jakarta ini kota global, tapi sistem keamanannya masih banyak kekurangan. CCTV sangat penting untuk keamanan masyarakat, dan saya ingin memastikan bahwa setiap sudut kota memiliki pengawasan yang cukup,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan fasilitas pemadam kebakaran, terutama dengan pengadaan hidran mandiri.
“Jakarta Pusat sering mengalami kebakaran, tapi alat pemadam kita masih kurang. Ini yang saya dorong agar ditingkatkan,” tambahnya.
Visi Hasan untuk Jakarta
Sebagai politisi muda, Hasan ingin Jakarta berkembang menjadi kota modern yang aman dan transparan dalam pengelolaan anggarannya.
Baca Juga : Sanny Suharli, Dedikasi 35 Tahun untuk Kemanusiaan melalui Rotary Club
“APBD Jakarta tahun ini mencapai Rp91 triliun. Saya ingin memastikan bahwa dana sebesar itu benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat,” tegasnya.
Selain infrastruktur dan keamanan, ia juga ingin mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan hak-hak mereka.
“Kalau masyarakat paham bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana cara mengawalnya, pemerintah akan lebih berhati-hati dalam membuat keputusan,” katanya.
Menginspirasi Anak Muda untuk Melek Politik
Salah satu misi terbesar Hasan adalah menarik lebih banyak anak muda untuk peduli pada politik. Menurutnya, banyak anak muda yang tidak tertarik pada politik karena hanya melihat sisi negatifnya.
“Banyak yang menganggap politik itu cuma soal korupsi dan kekuasaan. Padahal kalau kita masuk dengan niat yang baik, kita bisa membawa perubahan besar,” katanya.
Ia berharap bahwa dengan keterlibatannya di DPRD dan pendekatan digitalnya, ia bisa menginspirasi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi juga menjadi aktor perubahan.
Pesan untuk Generasi Muda
Bagi Hasan, kesuksesan di dunia digital dan politik membutuhkan tiga hal utama: modal, keahlian, dan popularitas.
“Kalau mau jadi politisi, kita harus punya value. Entah itu kepopuleran, keahlian, atau modal. Kalau nggak punya itu, bagaimana mau memperjuangkan masyarakat?” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kredibilitas dan rekam jejak sebelum terjun ke dunia politik.
“Jangan cuma ingin masuk politik karena ingin terkenal atau berkuasa. Politik itu tentang tanggung jawab. Kalau tidak siap, lebih baik jangan,” katanya.
Muhammad Hasan Abdillah telah membuktikan bahwa media sosial bukan sekadar alat hiburan, tetapi juga sarana untuk membawa perubahan nyata. Dengan pendekatan digitalnya, ia berhasil mengubah cara kerja politik di Jakarta, menjadikannya lebih transparan dan lebih dekat dengan rakyat.
Dari seorang YouTuber yang peduli dengan isu sosial hingga menjadi anggota DPRD yang memperjuangkan kebijakan publik, Hasan telah menunjukkan bahwa siapa pun yang memiliki tekad dan niat baik dapat berkontribusi dalam perubahan. Ia tidak hanya membangun karirnya sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda untuk melihat bahwa politik adalah ruang yang bisa diisi oleh siapa saja yang ingin membuat perbedaan. (DID)
