JAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia industri akan tenaga penjualan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadirkan program inovatif bertajuk “Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.”
Program ini diperkenalkan langsung oleh Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, dalam forum strategis bersama pimpinan perusahaan dan asosiasi industri. Dalam paparannya, Pak Arie menegaskan urgensi penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata industri, terutama di sektor penjualan yang mengalami pertumbuhan namun masih kekurangan talenta terlatih.
Baca Juga : Dedy Budiman, Champion Sales Trainer yang Mengubah Wajah Profesi Sales di Indonesia
“Program ini bukan hanya menjawab tantangan dunia kerja hari ini, tetapi juga menciptakan generasi tenaga sales masa depan yang bermental juara dan siap menggerakkan roda bisnis nasional,” ujar Arie.
Dirancang untuk ditempuh selama tiga tahun sejak kelas 10, program ini menggabungkan teori yang relevan dengan praktik industri langsung melalui studi kasus, mentoring, magang, dan kemungkinan rekrutmen oleh perusahaan mitra. Seluruh proses pengembangan siswa didasarkan pada nilai-nilai I CAN – Innovative, Competitive, Adaptive, dan Never Give Up – sebagai fondasi perilaku sales profesional.
Yang menarik, program ini merupakan inisiatif dari Dedy Budiman, seorang praktisi dan penggerak pendidikan vokasi yang juga merupakan Founder Sales Director Indonesia (SDI), Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMaRI).
Baca Juga : AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
Dedy yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Prasetiya Mulya, dengan fokus riset pada pengembangan tenaga penjualan di Indonesia.
“Kami ingin menjembatani gap antara sekolah dan dunia usaha, bukan hanya lewat pelatihan singkat, tapi dengan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan terukur,” jelas Dedy Budiman.
Program ini mendapat dukungan luas dari berbagai perusahaan besar lintas sektor – mulai dari ritel, properti, hingga otomotif – serta asosiasi industri terkemuka seperti SDI, KOMISI, HIPPINDO, AISI, dan AREBI. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun generasi sales Indonesia yang unggul dan berintegritas.
Peluncuran resmi program ini dijadwalkan pada April 2025, dan diharapkan menjadi model nasional dalam penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri yang nyata dan berkelanjutan. (DID)
