JAKARTA, BERNAS.ID – Majelis Kaum Betawi (MKB) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2025).
Kegiatan ini menjadi momen lanjutan setelah MKB menganugerahkan gelar kehormatan “Bang Anung” kepada Gubernur Pramono Anung di Pesantren Al-Ahamid, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Ketua Dewan Adat MKB, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Betawi semakin solid dalam satu wadah. “Alhamdulillah, komponen masyarakat Betawi kini lebih kompak dan menyatu dalam Majelis Kaum Betawi.
Baca Juga : Hadiri Rapat Raperda Pemajuan Kebudayaan Betawi, Sekda DKI Dorong Pemuda Siap Hadapi Perubahan
Sebelumnya, ada dinamika yang membagi masyarakat Betawi dalam dua kubu besar, yakni Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982. Kini, semua sudah bergabung di MKB,” ujar Fauzi Bowo, yang akrab disapa Bang Foke.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung mengapresiasi silaturahmi yang diinisiasi MKB. Ia juga memaparkan beberapa program unggulan, seperti optimalisasi ornamen khas Betawi di gapura dan batas wilayah, kelanjutan Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta percepatan operasional Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Rorotan.
Namun, ia mengakui masih ada kendala teknis yang harus diselesaikan. “Saat ini, TPS Rorotan masih dalam uji coba karena menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini terjadi karena sampah dibiarkan lebih dari seminggu sebelum diproses, padahal idealnya maksimal dua hari,” jelasnya.
Baca Juga : Sambut Tahun Baru Imlek 2025, Perayaan Tradisi Betawi di Festival Bandeng Rawa Belong
Acara ini dihadiri hampir seluruh tokoh Betawi dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Betawi, seperti Bamus Betawi, Bamus Suku Betawi 1982, Forum Betawi Rempug (FBR), FORKABI, PERMATA MHT, FORKKABI, LKB, dan WARKABI. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua DPRD DKI Jakarta H. Khairudin, KH. Maulana Kamal Yusuf, KH. Lutfi Zawawi, H. Nuri, KH. Zaini Hamdan, anggota DPD RI Prof. Dailami Firdaus, serta beberapa ulama dan habaib seperti KH. Ibnu Mulkan Syakrim, KH. Mahfudz Asyirun, KH. Abdus Somad, Lc. MA, KH. Jaelani Karim, LC. MA, KH. Makmun Al Ayyubi, Habib Abdulloh Al Haddad, dan Habib Salim bin Abdullah Alatas.
Acara ini menjadi ajang konsolidasi para tokoh Betawi untuk memperkuat peran budaya dan kebersamaan dalam pembangunan Jakarta ke depan. (DID)
