BERNAS – Kamu yang sedang aktif mencari kerja, pasti pernah menemukan kolom “expected salary” atau “gaji yang diharapkan” di formulir lamaran atau CV. Sayangnya, tidak semua pelamar tahu cara menulis expected salary di CV dengan baik dan benar.
Nah, artikel ini akan bantu kamu memahami strategi menyampaikan gaji yang diharapkan secara tepat, profesional, dan tetap fleksibel. Jangan sampai salah langkah ya, karena cara kamu menuliskan angka di sana bisa memengaruhi peluang dipanggil wawancara.
Mengapa Menulis Expected Salary di CV Itu Penting?
Sebelum membahas tipsnya, penting untuk tahu bahwa cara menulis expected salary di CV itu bukan cuma soal angka. Ini adalah sinyal buat perusahaan: seberapa percaya dirinya kamu, seberapa besar kamu menghargai dirimu, dan apakah ekspektasi kamu sejalan dengan mereka.
Selain itu, mencantumkan gaji yang diharapkan juga bisa mempercepat proses rekrutmen. HRD akan langsung tahu apakah anggaran perusahaan sesuai dengan permintaan kamu.
Tips Menulis Expected Salary di CV yang Profesional
Setelah paham pentingnya, sekarang saatnya masuk ke cara menuliskannya dengan benar. Simak beberapa poin penting di bawah ini agar CV kamu makin menarik dan profesional:
1. Lakukan Riset Gaji Pasar
Sebelum kamu memasukkan angka, pastikan kamu tahu kisaran gaji yang umum di industri tersebut. Gunakan platform seperti Glassdoor, Jobstreet, atau survei gaji dari perusahaan rekrutmen besar. Jangan menebak asal!
Kalau kamu lulusan baru atau belum punya pengalaman kerja banyak, kamu bisa mulai dari kisaran UMR hingga rata-rata entry level. Di sinilah pentingnya kamu punya dasar yang kuat untuk menuliskan expected salary di CV dengan logis.
Ingin terlihat lebih kompetitif di mata HRD? Yuk ambil sertifikasi digital marketing terbaik di Universitas Mahakarya Asia. Bisa jadi nilai plus di CV kamu, lho!
2. Gunakan Rentang Gaji
Hindari menuliskan angka pasti. Gunakan rentang gaji agar perusahaan bisa menyesuaikan dengan budget dan kualifikasi kamu. Misalnya: Rp5.000.000 – Rp6.500.000. Memberikan fleksibilitas menunjukkan bahwa kamu terbuka untuk negosiasi, tapi tetap tahu nilai dirimu. Ini akan memberikan kesan profesional dan realistis.
Sedang mencari jurusan kuliah yang bikin kamu cepat kerja dan siap bisnis? Cek Jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Mahakarya Asia, cocok banget buat kamu yang ingin berkarier di bidang manajemen dan digital bisnis.
3. Tambahkan Catatan “Masih Bisa Dibahas”
Kalimat seperti “masih dapat dinegosiasikan” akan menunjukkan bahwa kamu bukan tipikal yang kaku. Ini akan membuka peluang diskusi yang lebih terbuka antara kamu dan perusahaan.
Kamu bisa menuliskannya seperti ini di CV: Expected Salary: Rp5.000.000 – Rp6.500.000 (masih dapat dinegosiasikan). Kalau kamu baru lulus dan belum yakin, ini bisa jadi strategi aman agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
4. Tempatkan di Bagian yang Tepat
Biasanya, expected salary dicantumkan di bagian paling bawah CV atau dalam surat lamaran. Jangan menaruhnya di bagian atas karena bukan fokus utama. Pastikan penulisan expected salary tetap rapi dan selaras dengan format CV. Hindari menuliskan angka dengan gaya bahasa yang terlalu informal.
Tertarik untuk kuliah sambil kerja? Yuk daftar jadi mahasiswa baru Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA). Program belajarnya fleksibel, cocok banget buat kamu yang ingin tetap produktif sambil upgrade ilmu!
5. Sesuaikan dengan Pengalaman dan Skill
Kalau kamu punya pengalaman kerja atau sertifikasi tambahan, jangan ragu menyesuaikan expected salary-nya. Gaji Rp7.000.000 bukan hal aneh kalau kamu punya keahlian digital marketing atau UI/UX yang sedang tren.
Jangan lupa lampirkan sertifikasi atau portofolio untuk memperkuat alasan kamu minta gaji tersebut. Butuh info lebih lanjut soal perkuliahan atau sertifikasi? Yuk hubungi admin UNMAHA langsung lewat WhatsApp.
6. Hindari Jawaban “Terserah Perusahaan”
Kalimat ini terkesan kamu belum tahu arah dan tidak percaya diri. Bahkan HRD bisa menilai kamu kurang serius atau tidak siap kerja. Menunjukkan bahwa kamu tahu cara menulis expected salary di CV dengan angka konkret, meski fleksibel, akan membuat kamu terlihat jauh lebih siap dan profesional.
Menuliskan expected salary di CV memang terlihat sederhana, tapi punya dampak besar untuk proses rekrutmen. Pastikan kamu menyampaikannya dengan percaya diri, realistis, dan tetap fleksibel agar peluang kamu dipanggil interview makin besar.
Baca Juga: Panduan Menulis Kop Surat Lamaran Kerja untuk Berbagai Perusahaan
Bonus Tips: Tambah Penghasilan dari Sekarang!
Selain aktif melamar kerja dan mengasah skill, kamu juga bisa mulai membangun pemasukan tambahan. Salah satunya, kamu bisa jadi reseller laptop Adolo. Modal kecil, untung besar, dan cocok banget buat mahasiswa atau job seeker yang ingin produktif dari rumah.
Atau kamu juga bisa ambil program kuliah di UNMAHA sambil freelance. Dengan gelar dan keterampilan yang kamu bangun sekarang, kamu bisa lebih percaya diri menyebutkan angka expected salary di CV ke depannya.
Kalau kamu ingin CV kamu tampil lebih menarik, sertifikasi kamu makin lengkap, dan karier kamu lebih jelas arahnya, yuk mulai langkahnya hari ini juga!***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
