BERNAS – Kamu mungkin pernah mendengar istilah jisshusei berseliweran di media sosial atau artikel tentang kerja ke Jepang. Tapi sebenarnya, jisshusei artinya apa, sih?
Istilah ini bukan sekadar label bagi pekerja magang, tapi punya makna yang lebih dalam dalam sistem kerja di Jepang. Jika kamu punya mimpi merasakan pengalaman kerja langsung di negeri Sakura, wajib banget tahu makna lengkap dari kata ini.
Apa Itu Jisshusei dalam Konteks Jepang?
Sebelum masuk ke pembahasan lebih spesifik, mari pahami dulu secara umum apa sebenarnya artinya jisshusei itu apa. Istilah ini punya latar belakang panjang dan peran penting dalam hubungan kerja antara Jepang dan banyak negara, termasuk Indonesia.
Jisshusei artinya apa? Adalag peserta program pemagangan teknis di Jepang. Mereka datang dari negara-negara lain untuk belajar keterampilan dan budaya kerja Jepang selama jangka waktu tertentu. Tapi jangan salah, sistem ini ternyata lebih kompleks dari yang kamu bayangkan.
1. Asal-usul Istilah Jisshusei
Istilah jisshusei berasal dari kata Jepang 実習生 yang secara harfiah berarti “siswa praktik” atau “peserta pelatihan kerja”. Program ini mulai dikenal luas pada era 1990-an.
Pemerintah Jepang menciptakan sistem ini untuk membantu transfer keterampilan ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, seiring waktu, tujuan ideal ini juga banyak mengalami tantangan di lapangan.
2. Perbedaan Jisshusei dan Pekerja Migran
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa bedanya jisshusei dengan pekerja migran biasa? Meski sama-sama bekerja di luar negeri, jisshusei secara hukum adalah peserta pelatihan. Mereka tidak dikategorikan sebagai buruh migran karena visa yang mereka miliki bersifat non-pekerjaan, melainkan pelatihan teknis.
Inilah kenapa penting memahami jisshusei artinya lebih dalam sebelum memutuskan untuk ikut program ini. Kamu harus tahu hak, kewajiban, dan batasan yang ada.
3. Durasi dan Bidang Pelatihan
Biasanya program jisshusei berlangsung antara 1 hingga 5 tahun. Bidang pelatihannya meliputi manufaktur, pertanian, konstruksi, hingga pengolahan makanan. Program ini sangat terstruktur dan punya banyak aturan ketat. Karena itu, kamu harus mempersiapkan mental dan fisik dengan baik sebelum mendaftar.
4. Sisi Positif Jadi Jisshusei
Banyak yang tertarik mengikuti program ini karena bisa mendapatkan pelatihan langsung dari perusahaan Jepang, mendapatkan gaji, dan berkesempatan menabung dalam yen. Selain itu, kamu juga bisa memperluas koneksi, belajar budaya kerja disiplin, dan membuka peluang kerja jangka panjang jika performa kamu bagus selama pelatihan.
5. Tantangan yang Perlu Diketahui
Namun, di balik manfaatnya, tidak sedikit juga tantangan yang dihadapi para jisshusei. Beberapa di antaranya adalah jam kerja yang panjang, kendala bahasa, dan perlakuan yang kurang adil dari oknum perusahaan. Makanya, sangat penting untuk ikut program yang resmi dan punya pendampingan dari lembaga terpercaya agar kamu tidak merasa sendirian di negeri orang.
6. Jurusan yang Relevan dengan Program Jisshusei
Kalau kamu ingin punya peluang lebih besar diterima sebagai jisshusei, pilih jurusan yang sejalan. Jurusan seperti Teknik Industri, Agribisnis, atau Teknik Informatika sangat diminati di Jepang. UNMAHA menyediakan pilihan jurusan yang bisa membuka peluang internasional dengan materi yang langsung bisa kamu praktikkan di dunia kerja.
7. Belajar Bahasa Jepang Sejak Dini
Kamu juga wajib mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang. Minimal, kamu harus menguasai JLPT level N4 atau N3 agar bisa lolos seleksi program pelatihan kerja. Di UNMAHA, kamu bisa mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk mempersiapkan diri sejak masih kuliah. Jadi saat lulus, kamu sudah lebih siap bersaing!
8. Bekal Soft Skill dan Etika Kerja
Di Jepang, etika kerja adalah hal yang sangat penting. Kamu dituntut untuk disiplin, tepat waktu, dan mampu bekerja sama dalam tim. UNMAHA juga menekankan pembelajaran soft skill sejak awal agar kamu terbiasa dengan dunia kerja yang sesungguhnya, bukan hanya teori di kelas.
9. Rencana Setelah Program Jisshusei Selesai
Banyak lulusan jisshusei yang kembali ke Indonesia dan langsung mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi karena punya pengalaman kerja internasional. Kamu juga bisa lanjut kuliah S2 atau buka usaha sendiri dengan modal pengalaman dan tabungan dari Jepang. Intinya, peluang karier kamu akan jauh lebih luas setelah jadi jisshusei.
10. UNMAHA sebagai Gerbang Masa Depanmu
Kalau kamu ingin punya karier internasional, kuliah di tempat yang tepat adalah langkah awalnya. UNMAHA punya misi membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja global. Dengan biaya kuliah terjangkau, kurikulum kekinian, dan dukungan program internasional, UNMAHA bisa jadi pilihan paling realistis untuk kamu yang ingin ke Jepang sebagai jisshusei.
Baca Juga: Syarat Caregiver di Jepang Banyak yang Belum Tahu!
Jisshusei artinya bukan sekadar “magang” seperti yang biasa kamu dengar. Program ini punya struktur, manfaat, dan tantangan tersendiri yang perlu kamu pahami sebelum menjalaninya. Dengan bekal pendidikan yang tepat, kamu bisa lebih siap dan sukses saat mengikuti program ini.
Dan tentunya, kuliah di universitas seperti UNMAHA akan mempermudah langkah kamu. Kalau kamu merasa siap untuk menghadapi tantangan baru di luar negeri, program jisshusei bisa jadi batu loncatan yang bagus. Tapi tentu saja, kamu perlu bekal ilmu dan kemampuan yang mumpuni.
Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan kuliah di bidang yang tepat dan memiliki kurikulum yang mendukung peluang internasional. Nah, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) hadir dengan pendekatan pendidikan yang aplikatif dan kekinian.
Kamu bisa cek info lengkap dan daftar langsung jadi mahasiswa baru di UNMAHA Atau tanya-tanya langsung admin lewat WhatsApp. Jisshusei artinya bukan sekadar “magang” seperti yang biasa kamu dengar. Program ini punya struktur, manfaat, dan tantangan tersendiri yang perlu kamu pahami sebelum menjalaninya.
Dengan bekal pendidikan yang tepat, kamu bisa lebih siap dan sukses saat mengikuti program ini. Dan tentunya, kuliah di universitas seperti UNMAHA akan mempermudah langkah kamu. Jangan cuma jadi penonton yang terus scroll info beasiswa atau kerja ke Jepang di TikTok. Yuk, siapkan diri kamu dari sekarang dengan kuliah di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA)!***
Editor: Tiyo Andusti
