JAKARTA,BERNAS.ID – Presiden Prabowo Subianto turut hadir dal peringatan Hari Buruh Internasional (mayday).
Kehadiran Prabowo mendapatkan antusias dari para buruh, yang hadir di Monas.
Dalam pidatonya, presiden banyak membahas terkait kesejahteraan buruh. Bahkan, ia menyinggung kalau selama maju sebagai calon presiden, kaum buruh selalu berada menjadi pendukung.
Baca Juga :Peringatan Hari Buruh Dunia, Said Sampaikan 6 Tuntutan di Depan Presiden
Yang menarik dari pidato Prabowo adalah ketika buruh menyinggung terkait gelar pahlawan dari kaum buruh. Prabowo pun menyebut nama Marsinah.
Iapun meminta buruh satu suara untuk mengajukan Marsinah mendapatkan gelar pahlawan dari kaum buruh
Lalu, siapakah Marsinah?
Marsinah (10 April 1969 – 8 Mei 1993) adalah seorang aktivis dan buruh pabrik pada masa Orde Baru. Marsinah bekerja di Perusahaan pada PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993, setelah menghilang selama tiga hari. Mayatnya ditemukan di hutan yang berada di Wilangan dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.
Baca Juga :Sekjen Serikat Buruh Dunia Sebut Perlu Keterlibatan Buruh Buat Undang-undang
Marsinah memperoleh Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama.
Kasus ini menjadi catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO), dikenal sebagai kasus 1773.
Marsinah, dia adalah aktivis buruh di PT CPS Porong, Sidoarjo yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 karena berani memperjuangkan hak para buruh. Marsinah memimpin demo menuntut kenaikan upah dan lembur yang manusiawi di PT CPS. Demo sukses, perusahaan setuju.(FIE)
