SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman menggelar Gebyar Potensi Unggulan Daerah–Borong Bareng Produk Sleman dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman. Bertempat di Rocket Convention Hall, Sidomoyo, Godean, juga digelar kegiatan business matching untuk mempertemukan penyedia barang jasa dan calon pembeli potensial.
Ada sebanyak 46 pelaku UMKM Sleman bertemu dengan para perwakilan dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, kalurahan, BUMN, BUMD, hotel, restoran, dan masyarakat UMKM.
Baca Juga Pemkab Sleman Layangkan Somasi ke Produsen Anggur Merah Kaliurang
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan Gebyar Potensi Unggulan Daerah – Borong Bareng Produk Sleman sebagai wujud nyata Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Produk Lokal Sleman dengan berbagai komoditas seperti kerajinan batik, lurik hasil karya pengrajin Sleman, serta Kopi Merapi Sleman.
“Kegiatan ini merupakan implementasi program sinergi sadar halal, jadi makanan yang disajikan semua sudah tersertifikasi halal,” kata Ma, Selasa (6/5).
Lanjut tambahnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan serapan produk lokal dari UMKM oleh organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, kalurahan, BUMN, BUMD, PHRI dan masyarakat umum. “Dengan kegiatan ini bisa meningkatkan promosi dan publikasi kepada masyarakat tentang produk-produk lokal Kabupaten Sleman yang luar biasa,” kata Mae.
Adapun kriteria penyedia barang dan jasa sudah terdaftar di e-katalog versi 6 atau mbizmarket, pengrajin atau pelaku usaha industri dari lokal Sleman, wajib bersertifikat halal, dan lolos kurasi dari Dinas Perindag Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabuapten Sleman, Susmiarto mengatakan Gebyar Potensi Unggulan Daerah-Borong Bareng Produk Sleman merupakan kesempatan untuk memberdayakan produk lokal Sleman. Tujuannya agar pelaku UMKM berkembang dan meraup untung di wilayah sendiri
“Ini merupakan kesempatan untuk memberdayakan produk pengusaha Sleman agar bisa berkembang,” kata Susmiarto.
Susmiarto berharap dengan sinergi organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, kalurahan, BUMN, BUMD, PHRI dan masyarakat umum akan UMKM lokal, Kabupaten Sleman dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
“Mulai hari ini, kita keluarkan surat edaran penggunaan pakaian dinas dari produk baju batik dan lurik dari Sleman untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri,” tutup Susmiarto.
Ia pun terus mendorong para pelaku UMKM untuk melakukan cara-cara penjualan yang kekinian, khususnya di online agar produknya bisa terjual di berbagai daerah. Sebelumnya, Gebyar Potensi Unggulan Daerah-Borong Bareng Produk Sleman ini juga dimeriahkan dengan senam masal yang diikuti oleh 400 orang dari masyarakat sekitar. (jat)
