BERNAS – Pergi ke Jepang, entah untuk liburan, studi, atau bahkan pertukaran pelajar, tentu jadi pengalaman yang tidak terlupakan. Tapi, satu hal penting yang wajib kamu perhitungkan sejak awal adalah uang saku ke Jepang. Karena meskipun Jepang terkenal dengan fasilitas publik yang rapi, biaya hidupnya tidak bisa dibilang murah.
Buat kamu yang masih bingung soal uang saku ke Jepang idealnya berapa, artikel ini bakal membantu kamu memperkirakan anggaran secara realistis. Kamu juga akan tahu rincian pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan, lengkap dengan tips hemat yang tetap bikin perjalananmu nyaman.
Biaya Hidup di Jepang, Kenali Sebelum Berangkat
Sebelum membahas angka uang saku ke Jepang secara detail, penting untuk tahu dulu kondisi biaya hidup di sana. Biaya hidup di Jepang bisa berbeda tergantung kota dan gaya hidupmu. Tokyo, misalnya, jelas lebih mahal dibandingkan kota seperti Fukuoka atau Sapporo.
Kalau kamu sudah punya tujuan pasti, tinggal menyesuaikan anggaran dengan kondisi lokal. Nah, berikut ini adalah rincian yang akan membantu kamu memetakan kebutuhan dasar selama tinggal di Jepang:
1. Biaya Makan Sehari-hari
Makanan di Jepang sebenarnya cukup terjangkau kalau kamu tidak terlalu sering makan di restoran mahal. Makan di kantin kampus atau beli bento di minimarket bisa lebih hemat.
Rata-rata per hari: ¥800 – ¥1.200 (sekitar Rp85.000 – Rp130.000)
Sebulan: Sekitar ¥24.000 – ¥36.000 (Rp2.500.000 – Rp3.900.000)
Tips hematnya: sering masak sendiri di asrama atau share bahan makanan dengan teman!
2. Transportasi Umum
Jepang punya sistem transportasi umum terbaik di dunia, tapi biayanya juga cukup tinggi. Apalagi kalau kamu sering berpindah tempat menggunakan kereta jarak jauh.
Pasmo/Suica Card (kartu isi ulang): ¥10.000 – ¥15.000/bulan (Rp1.000.000 – Rp1.600.000)
Langganan bulanan untuk pelajar: bisa lebih murah
Gunakan jalur sepeda atau jalan kaki untuk lokasi dekat, selain lebih hemat, juga sehat!
3. Akomodasi
Kalau kamu tinggal sebagai mahasiswa asing, biasanya ada pilihan dormitory atau apartemen kecil (one-room apartment). Ini tergantung universitas dan kebijakan masing-masing.
Dormitory: ¥20.000 – ¥40.000/bulan (Rp2.100.000 – Rp4.200.000)
Apartemen pribadi: bisa mencapai ¥50.000 – ¥70.000/bulan (Rp5.200.000 – Rp7.300.000)
Kamu bisa pilih sesuai kenyamanan dan budget kamu.
4. Internet dan Telepon
Kamu pasti butuh koneksi internet yang stabil buat belajar dan komunikasi. Untungnya, banyak tempat umum di Jepang punya Wi-Fi gratis.
Internet rumah/kosan: ¥3.000 – ¥5.000/bulan (Rp300.000 – Rp500.000)
SIM Card lokal: mulai dari ¥1.500 – ¥3.000/bulan (Rp150.000 – Rp300.000)
Pilih operator dengan paket pelajar agar lebih hemat.
5. Kebutuhan Pribadi dan Hiburan
Kebutuhan pribadi ini termasuk laundry, sabun, skincare, hingga nonton bioskop. Biayanya fleksibel tergantung gaya hidup kamu.
Rata-rata bulanan: ¥5.000 – ¥10.000 (Rp500.000 – Rp1.000.000)
Ingat, hiburan itu perlu, tapi tetap harus ada batasnya ya!
Uang Saku ke Jepang Idealnya Berapa?
Setelah lihat rincian di atas, kamu pasti mulai dapat gambaran tentang kebutuhan selama tinggal di Jepang. Sekarang, kita rangkum estimasi totalnya.
1. Untuk Pelajar yang Tinggal di Dormitory
Kalau kamu pelajar dan tinggal di asrama kampus, kamu bisa hidup nyaman dengan estimasi ini:
Makan: Rp2.500.000 – Rp3.900.000
Transportasi: Rp1.000.000 – Rp1.600.000
Akomodasi: Rp2.100.000 – Rp4.200.000
Internet/Telepon: Rp300.000 – Rp500.000
Kebutuhan pribadi: Rp500.000 – Rp1.000.000
Total ideal: sekitar Rp6.400.000 – Rp11.200.000/bulan
2. Untuk Liburan 1-2 Minggu
Kalau kamu pergi untuk liburan singkat, berikut estimasinya:
Akomodasi hotel/hostel: Rp600.000 – Rp1.000.000/malam
Makan: Rp100.000/hari
Transportasi: Rp500.000 – Rp1.000.000 (selama seminggu)
Tiket wisata + belanja: Rp1.000.000 – Rp2.000.000
Total uang saku ke Jepang ideal untuk liburan seminggu: Rp5.000.000 – Rp8.000.000
3. Tips Menyiapkan Uang Saku ke Jepang
Supaya kamu tidak kelabakan saat di Jepang, ini beberapa tips penting:
Buat anggaran dan simulasikan pengeluaran bulanan
Gunakan aplikasi pencatat pengeluaran
Tukar yen sebelum keberangkatan di tempat terpercaya
Bawa juga kartu debit/kredit internasional untuk jaga-jaga
Kalau kamu bercita-cita kuliah ke Jepang, pastikan kamu juga punya dasar akademik dan mental yang kuat. Salah satu cara terbaik adalah dengan melanjutkan studi di kampus yang punya koneksi internasional.
Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) punya program yang mendukung pertukaran pelajar dan kerja sama internasional. Dari sekarang, kamu bisa mulai menyiapkan langkah menuju Jepang lewat jalur pendidikan berkualitas dari UNMAHA. Hubungi admin UNMAHA langsung di WhatsApp.
Kapan lagi kamu bisa belajar sambil mempersiapkan diri untuk go international? UNMAHA siap bantu kamu wujudkan mimpi ke Jepang dan seterusnya! Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini ya.***
Editor: Tiyo Andusti
