JAKARTA, BERNAS.ID – DPD Partai Gerindra DKI Jakarta meresmikan Klinik Modular atau posko kesehatan gratis di Pasar Jaya Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/5/2025). Klinik ini ditujukan untuk pedagang pasar dan warga sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan dasar.
Sekretaris DPD Gerindra DKI Rany Mauliani mengatakan, inisiatif ini bagian dari komitmen Gerindra untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dari aspek kesehatan. “Awalnya ini bentuk kepedulian kami terhadap para pedagang yang seharian beraktivitas di pasar,” kata Rany saat ditemui usai peresmian, Senin (20/5/2025).
Ditegaskannya, klinik ini bukan program pemerintah daerah, yang anggaran pengadaannya dari APBD. “Ini murni dari hati, bukan dari APBD atau APBN,” ujarnya.
Baca Juga : Meriah, Gerindra Jogja Gelar Senam Massal, Sinar Ajak Sukseskan MBG
Klinik Modular memberikan layanan pemeriksaan dokter umum, dokter gigi, serta USG untuk ibu hamil. Ke depan, layanan akan diperluas sesuai kebutuhan. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Tenaga medis yang bertugas berasal dari Dinas Kesehatan DKI, yayasan mitra, serta Badan Kesehatan Partai Gerindra. Rany juga membuka peluang kolaborasi dengan dokter muda untuk turut melayani masyarakat.
“Kami terbuka jika dokter-dokter muda ingin ikut praktik dan belajar melayani warga,” jelas Rany yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.
Klinik ini dibangun menggunakan kontainer dan bersifat fleksibel. Gerindra membuka peluang pendirian Klinik Modular di lokasi lain, termasuk kantor DPC, selama tidak tumpang tindih dengan layanan kesehatan resmi seperti puskesmas.
Baca Juga : Pengamat Soroti Dua Poin Kritis dalam Pidato HUT ke-17 Partai Gerindra
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam penyediaan layanan kesehatan dasar di wilayahnya, khususnya di area pasar. Menurutnya, keberadaan pos kesehatan seperti yang baru diresmikan di Pasar Jaya Cengkareng merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas support dan dukungan untuk warga Jakarta Barat,” ujar Uus saat ditemui usai peresmian.
Ia menekankan bahwa pos kesehatan yang dibangun di lingkungan pasar bukan hanya sekadar fasilitas medis, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama para pedagang dan warga sekitar yang membutuhkan akses kesehatan dengan mudah.
“Intinya adalah bahwa kegiatan yang dibangun di pasar ini adalah pos, selain sebagai layanan kesehatan, juga merupakan bentuk kehadiran layanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Uus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ini adalah layanan dasar yang menjadi tanggung jawab bukan hanya pemerintah, namun seluruh bangsa dan negara yang kita cintai,” tegasnya.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat, khususnya di lingkungan pasar, bisa mendapatkan penanganan awal yang cepat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Pemerintah Kota Jakarta Barat, kata Uus, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi demi kesejahteraan warga. (DID)
