BANTUL, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) dan Pemerintah Kabupaten Bantul resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan daerah.
Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian program “Implementasi Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah V” sebagai upaya peningkatan kolaborasi strategis antar institusi pendidikan tinggi di tahun 2025.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi UNMAHA dalam memperluas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung visi besar Kabupaten Bantul “Terwujudnya Kabupaten Bantul yang Maju, Kuat, Demokratis dan Sejahtera dalam Bingkai Keberagaman dan Budaya Istimewa.”
Baca Juga : 40 Persen Konsumen adalah Gen Z, Rektor UNMAHA: Kalau Tak Kenal Mereka, Kue mu Hilang
Rektor UNMAHA, Tri Atmodjowati, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan yang kolaboratif dan solutif.
“Dengan implementasi kerja sama dengan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah V dalam rangka peningkatan kerja sama perguruan tinggi tahun 2025 serta visi ‘Terwujudnya Kabupaten Bantul yang Maju, Kuat, Demokratis dan Sejahtera dalam Bingkai Keberagaman dan Budaya Istimewa,’ menjadi momen yang sangat tepat dalam rangka penguatan ekonomi berbasis sektor unggulan didukung SDM berkualitas dan infrastruktur berkelanjutan,” kata Tri Atmodjowati.
Dikatakannya, kerja sama itu menjadi peluang bagi Universitas Mahakarya Asia untuk dapat berkontribusi dalam visi yang diusung oleh Pemkab Bantul, sesuai dengan beberapa program Tri Dharma Universitas Mahakarya Asia. “Ditunjang dengan budaya GESIT (Gigih, Empati, Sinergi, Integritas, dan Tanggung Jawab), kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan secara optimal sehingga hasilnya memberi manfaat bagi Pemkab Bantul dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga : Rayakan Dies Natalis ke-48, UNMAHA Gelar Japan Mahakarya Matsuri 2025
Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai aspek strategis pembangunan, terutama yang tertuang dalam rencana pembangunan Kabupaten Bantul tahun 2026–2030. Beberapa program prioritas yang akan menjadi fokus kolaborasi antara lain:
- Pembangunan 600 kilometer jalan desa untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat desa.
- Fasilitasi pembuatan pupuk organik dan benih tanaman pangan di tingkat kelompok tani untuk memperkuat kemandirian petani.
- Penciptaan 500 wirausahawan muda dan santri, dengan pendekatan pelatihan, permodalan, dan pendampingan.
- Pengembangan sport tourism dan pembangunan venue olahraga unggulan untuk mendukung sektor pariwisata dan kesehatan masyarakat.
- Penuntasan masalah persampahan dengan teknologi modern dan penegakan hukum, sebagai upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
- Restorasi kawasan gumuk pasir, sebagai bagian dari pelestarian alam dan ekowisata.
- Peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, termasuk kesejahteraan guru serta bantuan bagi pelajar dan santri berprestasi.
- Pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Piyungan, untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
- Pemasangan jaringan fiber optic hingga ke sekolah dan pesantren, demi mendukung transformasi digital yang merata.
Melalui kerja sama ini, UNMAHA juga membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset dan praktik lapangan di wilayah Bantul. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam jangka panjang, sinergi antara UNMAHA dan Pemkab Bantul diharapkan menjadi model kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berbasis potensi lokal. (DID)
