JAKARTA, BERNAS.ID – DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 pada Minggu (29/6/2025) di Sekretariat DPD Demokrat Jakarta. Forum ini menjadi momentum konsolidasi awal menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan pentingnya menyelaraskan gerak organisasi pusat dan daerah. Ia mendorong pembentukan badan saksi dan badan logistik sebagai bagian dari penguatan struktur.
“Revitalisasi organisasi harus berjalan serentak dari DPP ke DPD. Kita ingin Demokrat kembali berjaya seperti 2009,” ujar Herman.
Baca Juga : Demokrat Soroti Celah Raperda KTR, Promosi Rokok Digital belum Tersentuh
Ia juga meminta struktur partai di semua tingkatan turut aktif dalam perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan sederhana seperti lomba rakyat diminta digelar serentak sebagai bentuk kehadiran Demokrat di tengah masyarakat.
“Buat kegiatan merakyat, DPP siapkan format pelaporannya. Sesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah,” jelasnya.
Herman menambahkan, kegiatan peringatan HUT RI juga menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT ke-24 Partai Demokrat tahun ini, dan seperempat abad usia partai pada 2026. Ia menyebut akan ada retret nasional di Pacitan pada awal Juli, sebagai bagian dari konsolidasi nasional.
Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menekankan pentingnya pembenahan internal. Ia menyebut Rakerda bukan sekadar agenda rutin, tapi refleksi arah perjuangan partai.
“Kita tak akan menang di Pemilu 2029 jika rumah kita tidak rapi. Kita butuh disiplin, arah juang yang jelas, dan kader yang siap tempur,” tegasnya.
Baca Juga : PAN Target 4 Besar Di Pemilu 2029, Soal Pilpres Ini Kata Zulhas
Rakerda ini mengusung tema “Revitalisasi Organisasi dan Peneguhan Arah Juang Demokrat Jakarta”, dengan tiga fokus utama:
1. Konsolidasi struktur dari DPD hingga ranting,
2. Penegakan disiplin organisasi,
3. Pengembangan kapasitas kader.
Demokrat Jakarta juga mencanangkan diri sebagai pusat kaderisasi partai. Program pendidikan politik, komunikasi publik, dan literasi digital ditetapkan sebagai agenda rutin di semua tingkatan.
Secara garis besar, arah perjuangan Demokrat Jakarta dititikberatkan pada tiga prinsip:
a. Progresif menangani isu perkotaan seperti kemacetan dan ketimpangan,
b. Responsif terhadap kelompok rentan seperti warga rusun dan PKL,
c. Modern dengan menyasar pemilih muda dan ranah digital.
Rakerda juga menghasilkan beberapa keputusan penting, seperti evaluasi badan partai periode 2022–2025, penyusunan program kerja 2025–2027, dan pengesahan struktur kepengurusan baru.
“Demokrat bukan lahir dari kekuasaan, tapi dari idealisme. Jangan pernah padamkan semangat juang,” tegas Mujiyono menutup pidatonya.
Acara turut dihadiri jajaran Fraksi Demokrat DPRD DKI, tokoh partai, serta organisasi sayap. Ketua panitia Rakerda, Faisal, menyebut forum ini sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam merancang strategi ke depan.
“Seluruh elemen partai terlibat. Ini bukti bahwa Demokrat Jakarta siap merebut kembali kepercayaan rakyat,” ujarnya.
Dengan Rakerda 2025 sebagai titik awal, Demokrat Jakarta kini mulai menyusun peta jalan politiknya. Mesin partai dinyalakan kembali, menyasar kemenangan di kontestasi mendatang. (DID)
