JEMBER, BERNAS.ID – Sirius Band berhasil menyabet Juara 1 pada cabang Musikalisasi Puisi, ajang Kompetisi Kreativitas Mahasiswa (KKM) 2025, yang dipertandingkan oleh IKAPROBSI (Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Kelompok musikalisasi puisi ini dibentuk
oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ),
Ajang berskala nasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus se-Indonesia untuk menghasilkan kreativitas. Sirius Band sukses membuktikan bahwa karya mahasiswa FKIP UNEJ patut diperhitungkan.
Baca juga: Bunkyo Gakuin University Jepang Jalin Kerja Sama dengan UNEJ
“Langkah awal kami adalah memahami puisi secara mendalam. Kami menyelami setiap baitnya agar bisa menerjemahkan suasana dan pesan menjadi irama yang selaras,” ungkap Pradipa Pijar, perwakilan dari Sirius Band, Selasa (22/7/2025).
Sirius Band juga membagikan proses kreatif yang menghadirkan mereka menjadi seorang juara dan bisa contoh sebagai berikut.
1. Membaca dan Memahami Makna Puisi
Setiap umpan dan baris puisi dibaca secara mendalam untuk menemukan interpretasi rasa dan makna. Proses ini menjadi dasar dalam menentukan nuansa musik yang akan dibangun apakah sedih, bahagia, optimis, murung, atau penuh harapan.
2. Mengklasifikasikan Puisi ke Struktur Lagu
Bait dan baris puisi dipilah-pilah untuk disusun ke dalam bagian-bagian lagu seperti intro, bait, chorus, bridge, dan penutup, sehingga alur cerita puisi tetap terasa dalam format musikal.
3. Menentukan Warna Musik dan Nuansa Nada

Nada Walikota digunakan untuk menonjolkan rasa nostalgia, kebahagiaan, optimisme, dan semangat. Nada minor digunakan untuk menyampaikan kesedihan dan harapan. Pemilihan nada ini dilakukan sesuai interpretasi masing-masing bagian puisi.
4. Menyusun Aransemen Musik
Aransemen dominan berasal dari instrumen keyboard yang menghasilkan beragam suara seperti: gamelan, string, piano, suara ambience/suasana, dan suara keyboard dikombinasikan dengan gitar yang menciptakan harmoni serta kedalaman suasana.
5. Mengatur Ritmik Musik
Ritme dirangkai dengan pola yang sederhana namun tetap menyatu dengan vokal dan instrumen lainnya, sehingga seluruh elemen musik terasa selaras dan memperkuat puisi.
6. Sinkronisasi Musik dan Puisi
Musik dan puisi disatukan secara harmonis agar tidak saling mendominasi, melainkan saling melengkapi. Musik berfungsi sebagai ilustrasi rasa yang memperkuat makna puisi.
Pradipa juga membagikan momen berkesan bersama tim selama mengikuti kompetisi pada 17 Maret hingga 17 Mei 2025 itu.
Baca Juga : Nostalgia Lagu 90-an dengan Rieka Roeslan, Eks Vokalis The Groove
Salah satunya adalah ketika mereka menyiapkan tempat rekaman secara mandiri, mulai dari menata ruangan, membuat dekorasi, hingga pengambilan video.
Proses itu membentuk kenangan yang tidak terlupakan sekaligus memperkuat chemistry di antara mereka.
“Kami percaya bahwa kunci utama musikalisasi puisi adalah memahami puisi itu sendiri, lalu berani bereksperimen tanpa kehilangan makna aslinya. Musik harus memperkuat puisi, bukan menutupinya” ungkapnya.
Sirius Band tak hanya membawa pulang piala, tetapi juga harapan besar. “Semoga karya kami bisa terus menghibur dan menginspirasi. Ini baru awal dari perjalanan panjang kami,” tutup mereka. (sgt)
