JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Bambang Kusumanto, menegaskan perlunya percepatan pembangunan embung di lima RW Kelurahan Susukan, Jakarta Timur, sebagai langkah strategis pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Bambang mengungkapkan, usulan pembangunan embung ini sebenarnya sudah diajukan sejak 2020 melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan forum-forum resmi lainnya. Bahkan, pihaknya telah melakukan kajian kelayakan terkait lokasi pembangunan.
Baca Juga : Banjir dan Taman Jadi Sorotan, H.M Idris Desak Pemprov Gaspol di Anggaran Perubahan
“Artinya, solusi yang paling tepat untuk masalah banjir di sana memang pembuatan embung. Namun prosesnya tidak mudah, terutama dalam memperoleh lahan yang sesuai. Tanahnya harus tepat, tidak bermasalah, dan sesuai kebutuhan,” ujar Bambang.
Menurutnya, persoalan ini sempat bergulir di masa tiga gubernur DKI Jakarta, namun keputusan final untuk merealisasikannya belum kunjung diambil. “Sekarang kami menunggu keputusan gubernur untuk memberikan penetapan lokasi. Tahun 2028 nanti sudah ada anggaran untuk pembebasan lahan, dan kami berharap ini diprioritaskan,” tegasnya.
Bambang juga mengimbau pihak-pihak terkait untuk mendukung percepatan pembangunan embung ini. “Ini demi kepentingan masyarakat banyak. Setiap tahun masalah banjir ini terus berulang. Harusnya sekarang bisa jadi prioritas,” pungkasnya.
Baca Juga : Antisipasi Banjir Kiriman, Gubernur Pramono Instruksikan Dinas Terkait Tangani Genangan
Usulan ini juga telah disampaikan Bambang, dalam Rapat Komisi A beberapa waktu lalu. Menurutnya, pembangunan embung karena keberadaannya dinilai lebih efektif dalam menanggulangi banjir dibandingkan sumur resapan.
Ditegaskannya, embung sangat dibutuhkan sebagai penampung air hujan sekaligus upaya pengendalian banjir di kawasan padat penduduk tersebut. Ia menambahkan, lokasi yang diusulkan warga dinilai strategis dan memungkinkan untuk dibangun, sehingga Pemprov DKI tidak memiliki alasan untuk menunda lagi.
Ia berharap Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dapat memasukkan pembangunan embung ini ke dalam prioritas program tahun anggaran 2026. “Kalau sudah jadi rekomendasi Komisi A, artinya ini harus ditindaklanjuti serius. Jangan sampai aspirasi warga yang sudah bertahun-tahun ini terus diabaikan,” ujarnya. (DID)
