JAKARTA,BERNAS.ID – Rumah Anak Pancasila memaknai HUT Kemerdekaan RI yang ke-80, sebagai refleksi bagi kita me-refresh kembali ingatan akan cita-cita para Pendiri Bangsa di masa awal Kemerdekaan. Para Proklamator, yakni Ir. Soekarno dan Moh. Hatta memaknai Kemerdekaan itu sebagai jembatan emas bagi bangsa Indonesia, dimana di ujung jembatan tersebut nasib bangsa Indonesia berada di tangan kita semua, generasi yang ditinggalkan mereka.
Pada kesempatan kali ini, Rumah Anak Pancasila berziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama, Moh. Hatta, di Tanah Kusir, Jakarta.
“Kami tergerak melihat jejak sejarah yang ditampilkan lewat pameran “123 Tahun Harlah Bung Hatta.” Ada satu kutipan pidato Moh. Hatta dari pameran tersebut yang ingin kami bagikan, yaitu: “Sebab itu, berjuanglah untuk menyelenggarakan masa datang yang bercahaya dan berbahagia. Kita berkorban untuk turunan kita, anak cucu kita, bangsa kita, tanah air kita.” (MOHAMMAD HATTA, Lapangan Ikada 9 Maret 1943).
Baca Juga :Rayakan HUT RI Ke-78, Polresta Banjarmasin Bersama Masyarakat Ciptakan Momen Sakral
Dorongan dari Moh. Hatta untuk berjuang selaras dengan keinginan Proklamator Kemerdekaan Ir. Soekarno, agar kita semua berjuang: “Tuhan Allah tidak merubah nasib sesuatu bangsa, kalau bangsa itu sendiri tidak merubah nasibnya. Kalau bangsa Indonesia sendiri tidak menyelenggarakan, berikhtiar, membanting tulang, mengulurkan tangannya, memeras keringatnya agar menjadi bangsa yang kuat, bangsa Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang kuat.” (Pidato Ir. Soekarno pada HUT Proklamasi Tahun 1964)
“Jadi, di hari Kemerdekaan ini Rumah Anak Pancasila mengajak saudara sebangsa, mari berjuanglah bagi Indonesia! Karena itulah pesan dari kedua Proklamator Kemerdekaan kita, yang sudah berjerih lelah, menghadiahkan kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini” Ujar Anggi Nababan Dewan Pembina Yayasan Rumah Anak Pancasila
Baca Juga; Hari Anak Nasional, Ketua Yayasan Rumah Anak Pancasila Juan : Pemerintah Harus Perhatikan Hak Anak
Semangat perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa raga bagi bangsa ini tak boleh padam. Jadikan Pancasila sebagai “way of thinking” dan “way of life” dalam kehidupan kita sehari-hari. Dirgahayu Indonesia.(FIE)
