BERNAS.ID – BANDUNG – Arak-arakan Pejabat Setda dan OPD Nyalip Iring-iringan Perwakilan 27 Kabupaten Kota, Gubernur KDM Ngamuk. Katanya Ini Kirab Budaya Ada Rangkaian Ceritanya Bukan Pawai
Usai sidang paripurna HUT ke-80 Jabar di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Pemprov Jabar gelar kirab budaya.
Dengan kata lain, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi –akrab disapa KDM, kembali ke Gedung Sate dengan berbonceng karnaval. Orang Pertama di Jawa Barat berangkat dengan mengendarai kuda.
Gubernur menjadi orang pertama yang bergerak dibelakangnya ada dua kereta kencana setelah itu baru rombongan 27 kabupaten kota beserta budaya unggulannya. Tema, sejarah Jawa Barat dari masa kerajaan.
BACA JUGA : Soal Kasus Doxing, DPRD Jabar Desak Diskominfo Minta Maaf secara Terbuka
Dengan demikian, Gubernur yang tiba lebih dulu, setelah itu iamenunggu kirab daerah di tribun kehormatan.
Sambil menunggu, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan ikut menari bersama para penari caruban yang dihadirkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.
Berdasarkan rangkaian cerita yang dibacakan pembawa acara, harusnya rombongan yang datang adalah Kabupaten Subang dengan cerita Nyai Subang Larang yang merupakan perempuan bangsawan, penyebar agama Islam di Tanah Sunda.
Namun, rupanya rombongan yang datang ke depan tribun kehormatan adalah arak-arakan 38 organisasi perangkat daerah (OPD), bukan rombongan 27 kabupaten/kota.
BACA JUGA : GPS Desak Almer Tidak Mencalonkan Diri di Musprov Kadin Jabar
Tampak Sekda Jabar, Herman Suryatman beserta para asisten menunggang kuda, diikuti dinas dan badan yang menghadirkan arak-arakan dengan beragam tema.
Melihat itu, Gubernur KDM yang tengah duduk dipanggung kehormatan langsung bangkit dari tempat duduknya, naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon.
“Pada teman-teman Sekretaris Daerah mohon berhentikan dulu kegiatannya. Kita hormati yang kabupaten/kota yang akan lebih dulu,” ujar Dedi.
Karnaval ini, kata dia, memiliki rangkaian cerita bukan pawai. Setelah cerita tentang Caruban Pajajaran, harusnya masuk Subang Larang, itu kabupaten kota menceritakan sejarah Jawa Barat.
BACA JUGA : Masalah Sampah Belum Temukan Titik Terang, Masih Andalkan Peran Aktif Masyarakat
“Bukan Setda motong ditengah terus bikin pawai,” katanya.
“Mohon dimengerti teman-teman Setda, ini cerita rangkaian sejarah Jawa Barat yang diceritakan dalam bentuk karnaval budaya, mohon ngerti seni, silahkan stop yang Setda, lebih dulu yang kabupaten kota,” tambahnya, dengan muka menahan marah.
Meski sempat muncul kirab dari daerah, namun tidak seluruhnya bisa melintas, mengingat arak-arakan OPD sudah memenuhi rute terlebih dahulu. Begitu adzan magrib, KDM memanggil panitia, kemudian beranjak masuk ke Gedung Sate dan kirab ‘Jabar Hudang’ pun dihentikan.(ARIS)
