SLEMAN, BERNAS.ID – Ambarrukmo Palace Hotel, atau yang kini bernama Royal Ambarrukmo adalah salah satu hotel ikonik yang dibangun usai Indonesia merdeka. Rupanya hotel ini punya peran tersendiri bagi bangsa Indonesia, usai kemerdekaan pada tahun 1945.
Hal tersebut disampaikan Dr. Sri Margana, pakar sejarah UGM, dalam Bincang Raya #5 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis, 28 Agustus 2025. Menurut dia, kawasan hotel yang aslinya adalah pendopo raja Kraton Jogja di era HB II ini pernah menjadi pendopo Kabupaten Sleman.
”Sleman itu kalau ulang tahun pasti arak-arakan dari sini,” kata dia.
Margana meneruskan, kawasan hotel yang merupakan bekas Kedhaton Ambarrukmo di era Sultan HB VII ini juga pernah dipakai menjadi sekolah akademi kepolisian. Dan ketika ada 12 hingga 13 ribu penduduk baru berdatangan saat Jogja jadi ibukota baru tahun 1946, hotel ini juga turut mendukung.
”Kedhaton Ambarrukmo ketika sudah ditinggalkan oleh keluarga HB VII juga dimanfaatkan untuk itu,” kata dia.
Pembicara lainnya di acara ini, dosen ISI Yogyakarta Dr. Mikke Susanto mengatakan, Hotel Ambarrukmo ini adalah juga salah satu warisan Presiden Sukarno, selalu pemrakarsa pendiriannya. Sukarno menurutnya merancang hotel ini dengan banyak karya seni yang mencerminkan budaya bangsa, sehingga Ambarrukmo tidak menjadi hotel biasa.
”Tidak hanya untuk ditinggali, tetapi untuk galeri kebudayaan Indonesia,” jelas dia. (den)
