


SLEMAN, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia meneguhkan jati dirinya sebagai dengan nilai budaya GESIT. Rektor Ir Tri Atmodjowati, MM menegaskan “Nilai GESIT bukan hanya jargon, melainkan telah menjadi napas dalam setiap aktivitas civitasakademika. Perayaan kemerdekaan buat kami, tidak sekadar ceremonial, tetapi juga menumbuhkan semangat gigih, empati, sinergi, inovasi, dan tanggung jawab yang relevan bagi generasi muda “.
” Sejumlah agenda peringatan kemerdekaan digelar, mulai dari wisuda mahasiswa, festival entrepreneur, hingga pameran di Pasar Merdeka. Saat ini juga berkolaborasi dengan Indonesian Airsofter Association (INASSOC) DIY untuk menyemarakkan kegiatan komunitas. Kolaborasi yang akan jadi agenda kampus ini, dimulai usai perhelatan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat ” ujar Sukasmanto S.E,. M.Si (Wakil Rektor Universitas Mahakarya Asia).
Pada tanggal 24 Agustus 2025, penggiat Pengda INASSOC DIY menggelar War Game di outdoor kampus Mahakarya Asia, sebuah ajang permainan olahraga airsoft yang menekankan nilai aktivitas responsible, smart, safe, and fun. Nilai ini sejalan dengan budaya GESIT yang dikembangkan kampus. Airsoft sendiri merupakan olahraga menembak rekreasional dengan senjata replika yang digerakkan oleh per, green gas, maupun baterai listrik. Peluru yang digunakan berbahan plastik (BB).
Olahraga ini mulai populer di Jepang dan dikenal di Indonesia sejak tahun 2000 berkembang, mulai dari 5.000 anggota penggiat aktif. Cabang olahraga airsoft juga cukup beragam, antara lain alley, rifle sniper, tactical shooter, spring, hingga combat. Popularitasnya semakin meningkat karena menggabungkan unsur strategi, disiplin, dan sportivitas. “Civitas Akademik bisa belajar, berolahraga, sekaligus menikmati keaslian alam yang menyejukkan. Inilah bentuk nyata sinergi antara pendidikan, budaya, dan pelestarian alam,” komentar Sensei David Cahyanto (Wakapengda Indonesian Airsofter Association).
“Lingkungan kampus yang masih alami dengan gemericik air sungai, tebing, pohon -pohon dan beraneka tanaman edukatif menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata edukasi. Kampus menerima penyelenggaraan pelatihan atlet dan pembelajaran teknik menembak untuk corporate atau umum. Namun harus mempunyai alat lengkap sekitar 15 juta rupiah atau menyewa pada kami, bisa di rundingkan! ” jelas Devi dosen penggiat INNO MAHAKARYA PRENEUR LAB.
Dengan semangat GESIT, Universitas Mahakarya Asia meneguhkan diri sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga menjadi pusat inspirasi kegiatan masyarakat. Perayaan 80 tahun kemerdekaan ini pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kampus mampu menghadirkan harmoni antara dunia pendidikan, kewirausahaan, olahraga, dan pelestarian lingkungan. (DEV)
