JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menginventarisasi fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat demonstrasi pada Jumat (29/8/2025).
“Semua kerusakan yang timbul saat demo sudah diinventarisasi. Pemprov menyiapkan perbaikannya melalui lintas dinas sesuai arahan Gubernur. DPRD tentu akan mengawasi pelaksanaannya,” kata Judistira, Kamis (4/9/2025).
Baca Juga : HUT RI Ke-80, Fraksi Golkar: Jakarta Harus Jadi Teladan Perkuat Persatuan Bangsa
Ia menegaskan, perbaikan bisa menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT) karena sifatnya mendesak. “Tidak ada masalah. Anggaran BTT bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak, termasuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat demo,” ujar Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta itu.
Judistira juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menyalurkan aspirasi dengan tertib. Ia berharap ke depan tidak lagi terjadi aksi anarkis yang merugikan banyak pihak.
“Hari ini DPRD menerima aspirasi mahasiswa. Ini menjadi evaluasi bagi kami semua, baik sebagai wakil rakyat maupun dalam kebijakan DPRD DKI Jakarta,” tambahnya.
Baca Juga : Gelombang Demo Dinilai Akibat Akumulasi Krisis Politik Sejak Era Jokowi
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kerugian akibat kericuhan demo membengkak menjadi Rp 80 miliar, naik dari estimasi awal Rp 55 miliar. Angka itu muncul setelah ditemukan kerusakan tambahan pada dua jembatan penyeberangan orang (JPO), 18 traffic light, dan sejumlah kamera CCTV.
Salah satu JPO yang rusak berada di kawasan Senen dan di depan Polda Metro Jaya. Untuk mempercepat pemulihan, Pemprov Jakarta menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menteri PU Dody Hanggodo memastikan dua JPO itu akan diperbaiki langsung oleh kementeriannya, dengan target bisa kembali fungsional kurang dari tujuh hari.
Meski detail biaya masih dihitung, perbaikan akan menggunakan pagu nasional sekitar Rp 900 miliar yang disiapkan untuk infrastruktur. “Tujuannya jelas, supaya aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” kata Pramono. (DID)
