MAGELANG, BERNAS.ID – Sejumlah seniman dari Komunitas Lima Gunung bersama sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal budaya di kompleks Candi Mendut, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Kamis sore (4/9/2025).
Aksi bertajuk “Lelanane Jangka Gunung” itu mengandung makna jejak perjalanan seniman Komunitas Lima Gunung sebagai bentuk keprihatinan akan kondisi bangsa saat ini, sekaligus bentuk doa harapan agar situasi segera membaik.
Awalnya, rombongan massa sempat dilarang masuk di Candi Mendut, padahal panitia sudah mengurus perizinan. Petugas keamanan candi menyangka massa bakal melakukan demonstrasi dan unjuk rasa.
Namun seniman senior Tanto Mendut selalu penggagas acara dan tim lalu melakukan negosiasi dengan pihak berwenang selama sekitar 30 menit lewat telepon.
“Kami hanya ingin berdoa sambil menjelaskan relief,” tegas Tanto menjelaskan maksud kelompoknya.

Sempat dilarang, massa lalu melantunkan doa dan tembang bahasa Jawa dari luar pagar Candi Mendut. Namun menjelang maghrib, massa pun akhirnya diizinkan masuk area candi, dengan syarat tanpa ada suara dan bakar-bakaran. Itupun waktunya terbatas.
Rombongan pun masuk, melakukan pradaksina (memutari candi) sebanyak satu kali, dan sempat duduk hening bersama menghadap candi. Sesudah itu mereka pun meninggalkan lokasi dan melanjutkan menggelar serangkaian aksi kesenian di kawasan Studio Mendut. (den)
