YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta memperingati hari jadinya yang ke 62 tahun, pada Senin (27/10/2025) malam dengan mengadakan Perayaan Ekaristi dipimpin lima Romo dari gereja tersebut.
Pastor Paroki Gereja Kristus Raja Baciro, Romo Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr, usai perayaan ekaristi peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 62 tahun gereja yang berlokasi di Jalan Melati Wetan No 47, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta menjelaskan rangkaian acara ulang tahun sudah diselenggarakan dengan berbagai kegiatan.
Mulai dari pameran pendidikan dan bazar wirausaha dalam Edufair Baciro Expo 2025 yang digelar pada 25-26 Oktober 2025 di komplek halaman Gereja Kristus Raja Baciro, kenduri syukur bersama warga sekitar dan Forkompimtren Gondokusuman, serta puncak acara perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.
Baca Juga : Ajak Umat Menghayati Kitab Suci, Gereja St Fransiskus Xaverius Kidul Loji Menggelar Fun Bible Talk
“Rangkaian HUT ke 62 Paroki Gereja Kristus Raja Baciro diawali pada Sabtu dan Minggu dengan pameran pendidikan dan pameran UMKM, melibatkan sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta dan UMKM yang ada di Paroki kami. Dan puncak acaranya hari ini perayaan ekaristi, namun sebelumnya pada sore tadi kami menggelar kenduri syukur bersama warga sekitar gereja,” ujar Romo Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr yang akrab disapa Romo Aan.
Dengan mengangkat tema “Semakin Katolik dan Semakin Apostolik”, Romo Aan berharap, umat di paroki bisa menjadi terang dan berdayaguna, bukan hanya untuk sesama umat paroki saja tetapi untuk seluruh masyarakat.
“Sesuai dengan tema kali ini yang artinya mendalam-dalam iman secara internal, lalu berbagi kepada masyarakat, iman yang secara internal dipertanggungjawabkan itu dibagikan tidak hanya kepada sesama umat tetapi kepada masyarakat sekitar,” paparnya.
Baca Juga : Masuki Bulan Kitab Suci, Paroki Gereja St Fransiskus Xavierus Kidul Loji Menggelar Seminar
Sementara itu Romo Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr, menambahkan, Gereja Kristus Raja Baciro merupakan gereja yang tidak pernah sepi, dan banyak aktivitasnya.
“Terlebih aktivitas anak-anak mudanya, bahkan mereka berdoa saat tengah malam di Goa Maria. Minat doa disini masih sangat tinggi, menurut saya Gereja ini tidak pernah tidur, karena selalu aktif,” katanya.
Romo Albertus juga berharap, semoga Gereja Kristus Raja Baciro tetap menjadi gereja yang hidup, guyub, rukun, dan bersatupadu didalam iman dan kasih. (cdr)
