Palu, Bernas.id —Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan penghulu se-Sulawesi Tengah akan menentukan arah baru kepemimpinan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Sulawesi Tengah melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-II yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2025 di Swiss-Belhotel Palu.
Pemilihan ini menjadi ajang penting bagi para penghulu di Sulteng karena akan melahirkan figur baru yang diharapkan mampu memperkuat peran penghulu sebagai garda depan pembinaan moral dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Sejumlah sumber menyebut, nama Isram Said Lolo (ISL) yang kini menjabat Ketua APRI Kabupaten Parigi Moutong sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah), disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua APRI Sulteng periode 2025-2029. Sosok ISL dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan rekam jejak dalam memperjuangkan profesionalisme serta kesejahteraan para penghulu di daerah.
Menurut Drs. Irham Lapaola, salah satu Kepala KUA di wilayah Kabupaten Sigi, seorang ketua APRI idealnya memiliki kemampuan diplomasi yang tinggi dan teruji dalam membesarkan organisasi profesi ini. Ia menilai, ISL merupakan sosok yang memenuhi kriteria tersebut.
“Sosok ISL dipandang sukses menghadirkan dua menteri pada pelantikan akbar Peknas Sulawesi Tengah 16 Februari 2025 kemarin. Oleh karena itu, menurut saya, ISL adalah figur yang tepat dan diyakini mampu membawa serta membesarkan APRI Sulteng lima tahun ke depan,” ujar Irham.
Sementara itu, Pengurus APRI Cabang Kabupaten Poso, Dr. Basrin Ombo, S.Ag., M.HI, menilai peran penghulu tidak hanya sebatas memimpin akad nikah, tetapi juga menjaga kesucian dan ketertiban perkawinan di masyarakat.
“Dalam dinamika kehidupan berbangsa, pernikahan bukan hanya urusan pribadi dua insan, melainkan juga pondasi moral dan sosial masyarakat. Di titik inilah peran penghulu menjadi amat penting,” ujarnya.
Basrin menambahkan, APRI harus menjadi wadah untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan integritas para penghulu di seluruh wilayah. Melalui organisasi ini, penghulu diharapkan tidak hanya menjadi pencatat pernikahan, tetapi juga edukator pranikah, mediator konflik rumah tangga, dan teladan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Muswil ke-II APRI Sulawesi Tengah diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran strategis penghulu sekaligus mempertegas posisi organisasi dalam mendukung ketahanan keluarga dan pembangunan moral bangsa.
