BOGOR, BERNAS.ID – Menteri Dalam Negeri yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito Karnavian, meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menyusul tingginya curah hujan di berbagai wilayah.
Tito mengatakan dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memperkuat mitigasi bencana. Ia telah berkomunikasi dengan Kepala BMKG dan memantau situasi terkini, termasuk longsor yang terjadi di Banjarnegara dan Cilacap.
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Kecepatan Layanan PBG di Jakarta
“Koordinasi dengan Kepala BMKG dan semua kepala daerah sudah dilakukan untuk menginventarisasi daerah rawan longsor,” katanya saat Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian (Rakorendal) Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2025 pada 18–19 November 2025 di Hotel Sentul Lake, Bogor.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan, termasuk kemungkinan relokasi warga di kawasan sangat rawan. Tito juga meminta seluruh kepala daerah menggelar apel kesiapsiagaan dan memastikan seluruh unsur penanganan bencana bersiap, mulai dari ambulans, tenaga kesehatan, hingga pemadam kebakaran.
Baca Juga : BMKG Imbau Masyarakat Jawa Barat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Pada pukul 13.30 siang ini, Tito akan memimpin rapat dengan seluruh kepala daerah bersama BMKG untuk memaparkan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan intens. “Jangan menunggu bencana terjadi. Kepala daerah harus bergerak cepat,” tegasnya.
Tito juga menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan modifikasi cuaca melalui penyemaian garam di wilayah selatan Jawa untuk menggeser potensi hujan ke laut.
Ia mengapresiasi dukungan media dalam menyebarkan informasi kepada publik dan menegaskan kembali bahwa mitigasi bencana harus menjadi prioritas semua pihak. (DID)
