JAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta harus memiliki identitas yang jelas sebagai kota berbudaya Betawi. Karena itu, selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen terus memperbanyak nuansa Betawi, baik melalui fasilitas publik maupun kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.
“Jakarta ini jangan sampai tidak jelas identitasnya. Sejak saya masuk Pemprov DKI, semua acara pemerintahan maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat luas selalu menghadirkan nuansa Betawi. Ini untuk mempertegas ciri khas Jakarta,” tegas Pramono saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025 di Museum MH Thamrin, kawasan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Baca Juga : Ratusan Pesilat Betawi Adu Jurus Rebutkan Piala Gubernur Pramono Anung
Pramono menambahkan, Pemprov DKI akan terus mendorong kemajuan budaya Betawi dengan memperbanyak simbol, ekspresi seni, dan ruang-ruang budaya Betawi di Jakarta. Ia juga menyatakan siap menerima dan menghormati seluruh hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025 yang diikrarkan oleh Majelis Kaum Betawi (MKB).
Acara penyerahan hasil kongres tersebut dihadiri ribuan undangan, termasuk tokoh masyarakat, ulama, serta pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan Betawi. Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025 sendiri menegaskan posisi MKB sebagai lembaga adat Betawi yang menaungi 171 organisasi Betawi.
Ketua Dewan Adat MKB sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pramono dalam memajukan budaya Betawi. “MKB merupakan satu-satunya lembaga resmi Betawi yang mewadahi 171 ormas Betawi. Sejak berdiri pada 2022, ormas-ormas Betawi yang sebelumnya kurang rukun kini bisa bersatu,” ujar tokoh Betawi yang akrab disapa Bang Foke.
Baca Juga : Gubernur Pramono Dorong Budaya Betawi Jadi Identitas Utama Jakarta
Sementara itu, Marullah Matali, mantan Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang menjabat sebagai Ketua Wali Amanah MKB, menilai kerukunan lintas ormas Betawi saat ini semakin menguat. Ia mencontohkan kebersamaan para tokoh Betawi lintas organisasi yang hadir dan duduk berdampingan dalam acara tersebut.
Ketua Panitia Acara, Zainuddin atau akrab disapa Haji Oding, menjelaskan bahwa terdapat delapan poin penting hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi yang diikrarkan pada 18 Oktober 2025 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur. Delapan poin tersebut antara lain menegaskan legalitas MKB yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum RI, penetapan MKB sebagai lembaga adat Betawi, serta penetapan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB.
Selain itu, penyerahan hasil kongres sengaja dilaksanakan di Museum MH Thamrin yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Betawi. Acara ini juga menjadi momentum silaturahmi antara MKB dan Gubernur DKI Jakarta, serta mencerminkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan persatuan Kaum Betawi.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan parade Laskar Adat Betawi dan Jawara Betawi sebagai simbol kuatnya identitas dan persatuan masyarakat Betawi di Jakarta. (DID)
