JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Muhammad Hasan Abdillah mengusulkan penerapan aturan tegas terhadap kendaraan dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) yang masuk ke Jakarta sebagai salah satu solusi menekan tingkat kemacetan yang semakin parah di Ibu Kota.
Data terbaru dari TomTom Traffic Index 2025 menunjukkan bahwa Jakarta menjadi peringkat ke-24 kota termacet di dunia, dengan tingkat kemacetan rata-rata mencapai hampir 59,8 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan lambatnya arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Baca Juga : Pansus Perparkiran DPRD DKI Resmi Dibentuk, Targetnya Urai Kemacetan dan Tambah PAD
Hasan mengatakan, lonjakan kemacetan tersebut tidak terlepas dari tingginya jumlah populasi kendaraan di Jakarta, apalagi ditambah arus masuk dari Bodetabek setiap hari. “Jumlah penduduk dan kendaraan tidak terbendung, apalagi ditambah Bodetabek yang terus bertambah masuk ke Jakarta,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Ia menekankan pentingnya terobosan kebijakan transportasi umum untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Hasan mendorong penambahan gerbong kereta menuju Jakarta karena kapasitas saat ini sudah tidak memadai untuk menampung lonjakan penumpang.
Selain itu, ia menyarankan penerapan aturan tegas agar warga Bodetabek mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat memasuki Jakarta.
Baca Juga : Muhammad Hasan Abdillah, Politisi Muda yang Kawal Kebijakan Lewat Digital
Menurut Hasan, bukti empiris menunjukkan bahwa saat akhir pekan ketika arus kendaraan dari Bodetabek berkurang, kemacetan di Jakarta juga menjadi lebih ringan. “Ketika akhir pekan tidak ada arus dari Bodetabek, Jakarta relatif tidak macet,” ujarnya.
Tak hanya itu, politisi asal PKS itu meminta Komisi A bersama Satpol PP lebih agresif menertibkan bahu jalan yang digunakan untuk parkir liar dan pedagang kaki lima, yang dianggap turut mempersempit ruang jalan dan memperparah kemacetan.
“Bahu jalan harus dirapikan. Parkir liar dan PKL yang memakan badan jalan jelas memperparah kemacetan,” tegas Hasan. (DID)
