Author: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D.
Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. Dunia kedokteran sedang bergerak ke arah yang semakin cerdas dan halus. Dari pengobatan yang mengandalkan pembedahan besar dan obat-obatan keras, menuju terapi yang memanfaatkan kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Salah satu “bintang baru” dalam perkembangan ini adalah secretome dari sel punca mesenkimal, atau sering disingkat MSC. Secretome bisa dipahami sebagai kumpulan “pesan kimia” yang dilepas sel untuk berkomunikasi dengan sel lain di sekitarnya. Untuk memahami secretome, pertama-tama perlu mengenal dulu apa itu sel punca. Sel punca adalah sel istimewa yang dapat terus membelah sekaligus bisa berubah menjadi berbagai jenis sel lain, misalnya…
Oleh: Dokter Dito Anurogo MSc PhD Tanwîrul Qulûb adalah karya tasawuf-klasik. Penulisnya S.S. Muhammad Amin al-Kurdi, mursyid Tarekat Naqsyabandiyah. Kitab ini banyak dipelajari di pesantren, sering dibaca bersama fikih, dan diarahkan untuk membentuk Muslim yang utuh: akidah lurus, amal benar, hati hidup. Kitab ini menuntun manusia “kembali” kepada Allah melalui ilmu yang rapi dan latihan batin yang nyata. Susunannya jelas. Ada pendahuluan, lalu tiga bagian besar berupa akidah, hukum mazhab Syafi’i, dan tasawuf untuk pembersihan serta penataan hati. Pendahuluan menegaskan bahwa agama adalah amanah pribadi sekaligus sosial. Agama mengajak pada kebaikan dan mencegah kerusakan. Kunci adabnya sederhana. Nasihat yang kuat…
BERNAS.ID – Forum Virtual Zoom Meeting (24 Januari 2026) – Indonesia Scientific Forum (ISF) 2026 resmi diselenggarakan pukul 08.00–14.15 WIB. Kegiatan dengan total partisipan 230 orang ini tidak hanya menjadi forum ilmiah nasional, tetapi juga menandai launching perdana International Life Institute (ILI) dalam menyelenggarakan webinar ilmiah berskala nasional yang berfokus pada isu kesehatan strategis, berbasis edukasi, sains, dan riset. Mengangkat tema besar “Precision Nutrition for Indonesia 6.0: Personalized Nutrition, National Transformation”, ISF 2026 hadir sebagai ruang diskusi akademik yang mengintegrasikan nutrigenomik, nutrigenetik, ilmu gizi, teknologi kedokteran terbaru, dan personalized medicine. Baca Juga : Digital Realty masuk ke Malaysia, memperkuat infrastruktur…
SEMARANG, BERNAS.ID — Menjelang peringatan Hari Gizi Nasional setiap 25 Januari, SMA Negeri 3 Semarang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Indonesia Scientific Forum (ISF) 2026 bertema “Precision Nutrition for Indonesia 6.0—Personalized Nutrition, National Transformation.” Dukungan ini ditegaskan oleh Rusmiyanto selaku Kepala SMA Negeri 3 Semarang yang juga menjabat PLT di SMA Negeri 1 Semarang, saat membuka rangkaian agenda forum ilmiah secara virtual tersebut. Dalam pernyataan resminya, Rusmiyanto mengapresiasi ISF 2026 sebagai contoh kolaborasi lintas institusi yang konkret—melibatkan International Life Institute (ILI), FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar, Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI), serta lebih dari 14 mitra kolaborator. Baca Juga : 210…
Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. Di IGD yang padat, kualitas layanan sering ditentukan bukan oleh keputusan klinis yang heroik, melainkan oleh detail kecil yang berulang. Troli tindakan berhenti karena jarum infus habis di laci yang keliru. Petugas laboratorium harus menelepon ulang karena label sampel tidak terbaca. Dokter jaga menunggu hasil pemeriksaan yang “katanya sudah dikirim” tetapi tersangkut di simpul administrasi. Keluarga pasien mondar-mandir menanyakan hal yang sama karena informasi berpindah tangan tanpa jejak yang rapi. Jika dipotong menjadi potongan-potongan, semua tampak sepele. Namun di rumah sakit, hal sepele yang menumpuk berubah menjadi keterlambatan, kelelahan, biaya tersembunyi—dan yang paling merisaukan:…
Oleh: Dokter Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. Pagi 10 November 2025. Di banyak sudut negeri, upacara bendera berlangsung khidmat. Lagu kebangsaan menggema. Kisah pertempuran Surabaya kembali dilayangkan ke langit. Namun di balik gema meriam sejarah, ada perang sunyi lain yang terus terjadi. Di dalam tubuh setiap manusia Indonesia. Di skala nano—seperseribu lebar rambut—sel-sel bertugas tanpa pamrih, membedakan kawan dari lawan, mereparasi luka, dan menjaga kehidupan. Di situlah, makna Hari Pahlawan hari ini menemukan metafor paling jernih. Pahlawan bukan hanya figur besar yang tercetak dalam buku pelajaran, melainkan juga kerja kolektif, presisi, dan penuh kasih sayang dari sistem hayati yang bekerja diam-diam.…
BERNAS.ID – Berangkat dari adagium Latin “Quid est veritas?” (Apakah kebenaran itu?), kita diajak untuk mempertanyakan fondasi dari setiap klaim objektivitas, termasuk klaim meritokrasi. Pertanyaan klasik ini selalu relevan karena menyingkap bahwa kebenaran sosial bukanlah entitas murni, melainkan konstruksi yang diproduksi, dinegosiasikan, dan terkadang dipaksakan. Dalam konteks Nusantara, meritokrasi tampil bukan sebagai kebenaran sejati, melainkan sebagai citra kebenaran yang terus dipertontonkan, sementara struktur ketidakadilan tetap bekerja di balik layar. Di antara istilah yang kerap diagung-agungkan dalam wacana modern adalah meritokrasi. Suatu sistem sosial, politik, maupun ekonomi yang mengklaim dirinya berbasis merit atau prestasi. Secara konseptual, meritokrasi dipandang antitesis nepotisme, oligarki,…
Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. Otak itu ibarat jaringan jalan raya yang bisa diperlebar, dipersempit, atau ditambah jalur baru kapan saja. Inilah neuroplastisitas (kemampuan otak untuk berubah dan menyesuaikan diri). Bukan sekadar teori—kamu merasakannya saat belajar chord gitar, saat tubuh pulih dari cedera dan otak membangun ulang jalur gerak yang lebih efisien, atau saat kakek-nenek rutin melatih ingatan agar tetap tajam. Intinya, setiap pengalaman, latihan, dan kebiasaan sehari-hari ikut membentuk peta jalan di kepala kita. Apa sih neuroplastisitas itu? Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk merombak koneksi dan cara kerjanya (menguatkan, melemahkan, atau membentuk jalur baru) sebagai respons dari pengalaman,…
Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D Halo, para pejuang ilmu di bidang kesehatan dan calon dokter masa depan! Izinkan saya mengajak kalian berbincang sejenak. Bukan tentang patofisiologi atau farmakokinetik hari ini, melainkan tentang sesuatu yang tak kalah pentingnya: integritas akademik. Isu ini kerap dianggap sepele, bahkan oleh sebagian orang di dunia kedokteran dan kesehatan. Tapi percayalah, efeknya bisa lebih dahsyat daripada infeksi sistemik. Namanya: plagiarisme. Apa Itu Plagiarisme, dan Kenapa Kita Harus Peduli? Plagiarisme itu ibarat menyuntikkan virus ke tubuh akademik: kecil, tapi destruktif. Ia terjadi ketika seseorang—sengaja atau tidak—mengambil ide, kata-kata, bahkan keseluruhan karya orang lain, lalu mengklaimnya sebagai…
Oleh: Dokter Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. Prolog: Di Antara Kopi, Ilmu, dan Kebenaran Bayangkan sebuah ruang kopi di mana setiap tegukan espresso bukan hanya merangsang kafein, tetapi juga menggugah intelektualitas. Di sanalah, dalam tiga hari penuh aroma jurnal ilmiah dan sensasi kritik akademik, seorang mahasiswa kedokteran bisa berubah dari pembaca pasif menjadi Sherlock Holmes-nya dunia literatur medis. Ini bukan sekadar tentang membaca jurnal. Ini adalah tentang membongkar kebenaran, menggugat bias, dan menemukan masa depan melalui lembar demi lembar artikel ilmiah. Dito Anurogo, seorang dokter sekaligus akademisi, menyulap proses membaca jurnal menjadi petualangan filosofis yang memikat. Dengan gaya bertutur yang jenaka…